Sekitar 3 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik Lebaran menggunakan pesawat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Total penumpang yang diproyeksikan berangkat dari bandara tersibuk di Indonesia itu mencapai 3.010.993 orang selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Data dari Angkasa Pura Indonesia menunjukkan jumlah tersebut meningkat sekitar 2,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kenaikan ini diperkirakan terjadi pada penerbangan domestik maupun internasional, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Selain penumpang, jumlah pergerakan pesawat juga diproyeksikan meningkat. Selama periode angkutan Lebaran, total penerbangan diperkirakan mencapai 19.891 penerbangan, naik sekitar 3,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Persiapan operasional bandara
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan pihak bandara bersama berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan kelancaran operasional selama musim mudik.
Menurut Heru, manajemen bandara telah mempersiapkan berbagai aspek layanan dan operasional guna menghadapi lonjakan pergerakan penumpang serta pesawat.
“Dengan proyeksi lebih dari 3 juta penumpang serta dukungan penerbangan tambahan, kami memastikan seluruh fasilitas, personel, dan koordinasi antar-stakeholder berjalan optimal agar perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan lancar,” kata Heru dalam keterangan tertulis yang dikutip dari detikcom, Jumat (13/3/2026).
Untuk mengakomodasi peningkatan permintaan perjalanan udara, maskapai juga telah mengajukan 735 penerbangan tambahan atau extra flight. Dari jumlah tersebut, 365 penerbangan merupakan rute domestik dan 370 penerbangan rute internasional.
Puncak arus mudik dan balik
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 187.202 orang dan 1.193 penerbangan dalam satu hari.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026, ketika jumlah penumpang diperkirakan mencapai 198.387 orang dengan 1.221 penerbangan.
Untuk mendukung operasional selama periode tersebut, Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan 7.832 personel operasional yang akan bertugas di berbagai sektor layanan, keamanan, dan operasional bandara. Jumlah ini meningkat sekitar 6 persen dibandingkan kondisi operasional harian normal.
Selain menambah personel, pihak bandara juga melakukan sejumlah langkah kesiapan lain, termasuk normalisasi sistem drainase, pemantauan tinggi muka air secara real-time, peningkatan pengamanan melalui pemeriksaan acak, serta memastikan ketersediaan transportasi darat bagi penumpang.
Bandara juga melakukan uji keandalan sistem kelistrikan serta pengecekan fasilitas layanan untuk memastikan seluruh infrastruktur berfungsi optimal selama periode angkutan Lebaran.














