IKLIM
2 menit membaca
Badai di China tewaskan lima belas orang, lukai ratusan
Badai petir dan angin kencang di China menewaskan setidaknya 15 orang dan melukai 331 orang serta memaksa puluhan ribu orang mengungsi.
Badai di China tewaskan lima belas orang, lukai ratusan
Badai ekstrem di China selatan menyebabkan banjir besar, memaksa lebih dari 50.000 warga mengungsi. / AP

Korban tewas akibat badai dahsyat di sebagian wilayah China naik menjadi 15 pada Selasa, dengan ratusan lainnya terluka dan puluhan ribu dievakuasi, demikian dilaporkan media pemerintah, sementara Presiden Xi Jinping menyerukan “upaya penyelamatan sepenuhnya”.

Badai petir dan angin kencang menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 331 di provinsi tengah Hubei, di mana cuaca konvektif parah melanda beberapa kota dan tornado dilaporkan akhir Senin, kata kantor berita negara Xinhua.

Satu orang masih hilang, sementara 4,800 rumah rusak dan 22 lainnya runtuh, menurut Xinhua.

Kantor berita itu mengatakan cuaca buruk tersebut ditandai oleh kemunculan yang tiba-tiba dan angin kuat yang bersifat singkat.

Di wilayah selatan Guangxi, hujan lebat dan banjir yang dipicu oleh Topan Maysak menewaskan sedikitnya empat orang, memaksa evakuasi lebih dari 50.000 penduduk dan membuat delapan orang lainnya hilang.

Bendungan jebol

Pihak berwenang di Nanning, ibu kota Guangxi, menaikkan status darurat banjir ke tingkat tertinggi setelah hujan deras menyebabkan jebolnya sebuah bendungan waduk.

Rekaman yang disiarkan oleh penyiar negara CCTV memperlihatkan air banjir berlumpur meluap melalui dinding beton bendungan yang runtuh.

Xi mendesak para penyelamat untuk “melakukan segala upaya” dalam operasi darurat dan menekankan pentingnya merawat yang terluka, memindahkan penduduk terdampak serta memperkuat upaya bantuan bencana, lapor CCTV.

Rekaman media pemerintah menampilkan petugas penyelamat yang mengenakan jaket pelampung dan helm mencari korban selamat, sementara yang lain menggunakan perahu karet untuk mencapai kawasan yang terendam.

Tanah longsor menimbun puluhan

Secara terpisah, sebuah tanah longsor menimpa sebuah desa di provinsi barat laut Gansu pada Selasa pagi, menimbun 33 orang. Penyiar negara CCTV mengatakan 17 telah diselamatkan namun tidak merinci penyebab longsor tersebut.

Pihak berwenang setempat mengatakan mereka berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan mereka yang masih terjebak, memindahkan warga terdampak dan mencegah bencana lanjutan.

Bencana alam umum terjadi di seluruh China, terutama selama musim panas, ketika beberapa wilayah mengalami hujan deras sementara wilayah lain menghadapi panas ekstrem.

Para ilmuwan mengatakan krisis iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem yang didorong oleh emisi gas rumah kaca.

China adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia namun juga menjadi investor terbesar dalam energi terbarukan dan bertujuan mencapai netralitas karbon pada 2060.

Pada Mei, sedikitnya 22 orang tewas setelah hujan deras melanda wilayah tengah dan selatan China, dengan beberapa daerah mencatat curah hujan tertinggi dalam catatan, menurut media negara.

TerkaitTRT Indonesia - Badai tropis Jangmi hantam Jepang, picu peringatan banjir dan gangguan perjalanan
SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Spanyol laporkan lebih dari 1.000 kematian akibat gelombang panas pada Juni
Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo guncang lepas pantai barat Meksiko
BMKG waspadai El Nino 2026 kuat, Jawa hingga Papua Selatan masuk wilayah terdampak
Super El Nino mengancam, Indonesia masuk zona bahaya kabut asap parah
Indonesia siap pimpin solusi iklim global berbasis hutan
Gelombang panas ekstrem meningkat di seluruh Eropa, Spanyol laporkan 212 kematian terkait
Think tank Singapura peringatkan risiko kabut asap lintas batas tinggi di Asia Tenggara pada 2026
Dampak kemarau mulai meluas, Kabupaten Klaten hadapi karhutla dan krisis air bersih sekaligus
Antisipasi El Nino ‘Godzilla’, pemerintah RI tegaskan stok pangan aman hingga 2027
El Nino moderat picu kebakaran 81.000 hektare lahan di Indonesia
El Nino menguat, Asia Tenggara bersiap hadapi tekanan ekonomi dan pangan
Para ilmuwan peringatkan fenomena El Nino telah tiba, berpotensi capai intensitas terekstrem
Banjir Sumatera hilangkan sekitar 7 persen populasi orangutan Tapanuli: laporan
Korban tewas akibat gempa di Filipina bertambah menjadi 53 orang
Petani percepat tanam padi hadapi ancaman El Nino
Helikopter bom air dikerahkan, karhutla hanguskan 29,1 hektare lahan di Aceh Barat
Korban tewas akibat gempa Filipina bertambah menjadi 41 orang
Gempa M 7,8 guncang Filipina selatan, sedikitnya 5 orang tewas dan peringatan tsunami dikeluarkan
Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi, bandara Maumere ditutup sementara
Badai tropis Jangmi hantam Jepang, picu peringatan banjir dan gangguan perjalanan