Tim gabungan masih berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Hingga pertengahan Maret, penanganan masih berlangsung di beberapa daerah, sementara beberapa titik lainnya telah padam dan kini memasuki tahap pendinginan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, Jim Gafur, mengatakan hingga 15 Maret kebakaran terpantau di delapan wilayah. Dari jumlah tersebut, lima daerah masih dalam proses pemadaman.
Di Kabupaten Bengkalis kebakaran tercatat di dua lokasi. Titik pertama berada di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, yang hingga kini masih menyisakan api sehingga petugas terus melakukan pemadaman.
Untuk mendukung operasi pemadaman, pemerintah menyiagakan sarana udara berupa tiga helikopter patroli. Dua unit berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan satu unit dari Kementerian Kehutanan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat adanya 143 titik panas di Provinsi Riau hingga Sabtu (14/3).
Kebakaran juga terjadi di Kota Dumai dengan dua titik berbeda, yaitu di Kelurahan Teluk Makmur dan Kelurahan Mundam di Kecamatan Medang Kampai. Di kedua lokasi tersebut masih terlihat asap sehingga tim melakukan pemadaman sekaligus pendinginan area yang terbakar.
Sementara di Kabupaten Rokan Hilir, satu titik api ditemukan di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. Tim pemadam juga melakukan penyekatan di sekitar lokasi guna mencegah api meluas ke area lain.
Dampak kabut asap juga mulai memengaruhi jarak pandang di beberapa wilayah. Di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Bandara Japura Indragiri Hulu, jarak pandang tercatat sekitar empat kilometer pada Minggu pagi. Sementara itu, jarak pandang di Pelalawan mencapai enam kilometer dan di Kampar sekitar tujuh kilometer.













