INDONESIA
2 menit membaca
Ledakan gudang amunisi di Madiun tewaskan satu prajurit, TNI selidiki penyebab insiden
TNI AD telah mengamankan lokasi kejadian serta mengirim tim khusus ke Madiun untuk melakukan penyelidikan. Aparat militer juga melakukan pengamanan di sekitar gudang amunisi dan RSUD Caruban selama proses penanganan korban berlangsung.
Ledakan gudang amunisi di Madiun tewaskan satu prajurit, TNI selidiki penyebab insiden
TNI AD telah mengamankan lokasi kejadian serta mengirim tim khusus ke Madiun untuk melakukan penyelidikan. / Foto: Arsip Reuters

Seorang prajurit TNI Angkatan Darat (AD) meninggal dunia dan enam personel lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan di Gudang Amunisi II Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (16/7). TNI AD menyatakan insiden terjadi saat personel menjalankan prosedur pemeriksaan dan perawatan amunisi secara rutin.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan satu personel dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Dalam insiden itu satu orang personel dinyatakan meninggal dunia," ujar Donny dalam konferensi pers.

Ia menambahkan, empat personel mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban yang terluka telah dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut Donny, ledakan terjadi ketika personel sedang melaksanakan pemeriksaan, pemeliharaan, dan perawatan amunisi di salah satu gudang penyimpanan sesuai prosedur yang berlaku.

TNI AD telah mengamankan lokasi kejadian serta mengirim tim khusus ke Madiun untuk melakukan penyelidikan. Aparat militer juga melakukan pengamanan di sekitar gudang amunisi dan RSUD Caruban selama proses penanganan korban berlangsung.

"Kami juga membentuk tim investigasi untuk pendalaman dan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," kata Donny.

Ia meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum proses investigasi selesai.

"Kami berharap semua pihak memberikan ruang kepada tim investigasi untuk bekerja secara optimal dan menghindari spekulasi sebelum penyelidikan selesai," tambahnya.

Berdasarkan laporan sementara, ledakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan dentumannya terdengar hingga kawasan di sekitar kompleks militer. Aparat segera mensterilkan area setelah kejadian.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan amunisi militer di Indonesia. Pada 2025, sedikitnya empat prajurit dan sembilan warga sipil tewas saat proses pemusnahan amunisi afkir. Sementara pada 2024, serangkaian ledakan terjadi di gudang amunisi militer di pinggiran Jakarta yang memicu evakuasi warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

TerkaitTRT Indonesia - Gudang bahan kimia di Jakarta Barat terbakar, ledakan beruntun terdengar



SUMBER:TRT Indonesia