Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan perkembangan terkini di kawasan menunjukkan bahwa sistem internasional saat ini seolah telah “mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah”. Ia menuding lembaga-lembaga dunia tidak mengambil tindakan ketika kekerasan Israel terus berlangsung di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Pada Jumat (8/11), Erdogan memperingatkan bahwa sistem internasional telah gagal menjalankan perannya dalam menjaga perdamaian dan keamanan.
Berbicara dalam upacara pembukaan resmi TRT World Forum 2026 di Istanbul Congress Centre, Erdogan mengatakan:
“Terorisme ilegal oleh pemukim Israel, yang bertujuan mengusir warga Palestina secara paksa dari tanah leluhur mereka, semakin berani dilakukan setiap hari di tengah sikap acuh tak acuh dunia modern.”
Prinsip pacta sunt servanda
Erdogan mengatakan lembaga-lembaga internasional yang bertugas menjamin perdamaian, keamanan, dan stabilitas kembali hanya menjadi pihak yang menyaksikan kekejaman di Gaza. Ia menyamakan sikap tersebut dengan respons dunia terhadap tragedi di Rwanda, Srebrenica, dan sejumlah wilayah lainnya.
“Sayangnya, Perjanjian Perdamaian Gaza, yang turut kami bantu rumuskan melalui mediasi, tidak dilaksanakan,” kata Erdogan.
Ia menegaskan bahwa prinsip pacta sunt servanda, yang menjadi landasan hubungan internasional, kini tidak lagi dipatuhi. Prinsip tersebut mengharuskan setiap pihak melaksanakan perjanjian yang telah disepakati dengan iktikad baik.
“Semua pihak harus memahami bahwa tidak ada masalah yang dapat diselesaikan dengan cara seperti ini,” ujarnya.
Presiden Türkiye itu mengatakan norma dan prinsip yang menjadi fondasi sistem internasional kini “sedang diinjak-injak”.
Erdogan menilai berbagai krisis dunia saat ini tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan usang.
“Kita tidak bisa menyelesaikan masalah hari ini dengan resep dari masa lalu,” katanya.
Dunia tanpa pusat
Mengawali pidatonya dalam TRT World Forum 2026 yang tahun ini mengusung tema A World Without a Centre atau “Dunia Tanpa Pusat”, Erdogan menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada jajaran manajemen TRT atas penyelenggaraan forum tersebut. Ia menyebut forum itu sebagai salah satu program unggulan lembaga penyiaran tersebut.
Ia mengatakan TRT selama lebih dari 60 tahun telah menghadirkan siaran yang berprinsip dan bertanggung jawab melalui platform konvensional maupun digital.
Erdogan berharap diskusi dalam forum tersebut dapat membuka wawasan baru. Ia juga berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat berkontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian dunia, khususnya di wilayah yang masyarakatnya masih mengalami penderitaan dan penindasan.























