Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken mengatakan bahwa Türkiye merupakan sekutu penting bagi NATO dan bahwa Eropa sebaiknya memanfaatkan teknologi Türkiye dalam produksi pertahanan.
“Saya pikir ini akan menjadi KTT yang sangat penting,” kata Francken kepada Anadolu menjelang pertemuan NATO pada 7-8 Juli di Ankara.
Ia mengatakan NATO menghadapi masa-masa sulit belakangan ini, sehingga persatuan kini lebih penting dari sebelumnya.
“Ada diskusi tentang Timur Tengah, tentang perang melawan rezim Iran, kami mengalami beberapa ketegangan mengenai pembukaan pangkalan militer untuk pesawat Amerika, kami mengadakan beberapa pembicaraan tentang peningkatan belanja pertahanan,” kata Francken. “Jadi, ya, tentu saja, ini bukan tahun yang paling mudah bagi NATO.”
Ia menekankan perlunya bekerja sama dalam investasi pertahanan, Model Kekuatan NATO, peningkatan produksi, pertahanan udara, dan teknologi baru. “Bersatu kita berdiri, bercerai kita jatuh dan saya pikir itu yang paling penting: menunjukkan persatuan,” katanya.
Ditanya tentang harapannya dari KTT tersebut, Francken mengatakan: “Saya menantikan untuk pergi ke Ankara karena keramahan hangat rakyat Turki sangat, sangat, sangat menyenangkan.” Ia mengatakan juga akan menghadiri Forum Industri Pertahanan KTT NATO.
Ia mengatakan prioritas kedua seharusnya teknologi, pertahanan udara, dan peningkatan produksi industri, sementara prioritas ketiga adalah mendukung Ukraina.

‘NATO 3.0’
Mengenai visi “NATO 3.0” yang diperkirakan akan terbentuk pada pertemuan di Ankara, Francken mengatakan itu berarti Belgia dan sekutu Eropa harus mengambil tanggung jawab lebih besar.
“Itu berarti Belgia dan sekutu Eropa perlu meningkat, berinvestasi besar-besaran dalam pertahanan dan berada di posisi untuk mengambil arsitektur keamanan benua Eropa ke dalam tangan kita sendiri,” katanya.
“Itulah sebenarnya tantangannya dan itulah yang perlu kita lakukan,” tambahnya.
Mengenai kemungkinan AS mengurangi kontribusi militernya di Eropa dan Eropa mengisi kekosongan tersebut, Francken mengatakan NATO membutuhkan perencanaan yang kuat. “Yang perlu kita lakukan adalah memiliki perencanaan yang baik, perencanaan NATO. SACEUR, Komandan Tertinggi Sekutu, sedang melakukan ini,” katanya. “Penting bahwa kita benar-benar menjalankannya, memiliki rencana yang baik dan mengikuti rencana tersebut.”
Francken mengatakan Eropa harus menutup kesenjangan kapabilitas pertahanan seiring AS mengalihkan sumber daya militernya ke kawasan Asia-Pasifik.
Ia mengatakan Belgia siap memberikan kontribusi lebih kepada NATO, termasuk jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, drone, dan aset pengawasan.
Belajar dari teknologi Türkiye
Francken juga membahas kontribusi Türkiye, negara tuan rumah KTT, kepada NATO.
“Türkiye adalah sekutu yang sangat penting. Ini adalah sekutu lama. Ini adalah negara yang sangat penting dalam NATO,” katanya. “Jadi, ya, kita membutuhkan Türkiye dalam NATO dan saya berharap kita bisa bekerja sama dengan sangat baik.”
Francken mengatakan ia mendengar KTT akan “diselenggarakan seratus persen super, super baik,” dan bahwa ia menantikan untuk merasakan keramahan Turki lagi.
“Jadi, ya, saya menyukai Ankara, saya menyukai Türkiye, jadi saya sangat menantikan untuk berada di sana,” katanya.
Francken menyerukan agar Türkiye dimasukkan dalam program pembiayaan pertahanan UE di masa depan, mengatakan pengecualian negara itu dari SAFE-I adalah sebuah kesalahan. Memuji industri pertahanan Türkiye setelah mengunjungi korvet TCG Burgazada, ia mengatakan Eropa bisa banyak belajar dari teknologi militer maju negara itu.
Türkiye 'sekutu yang sangat penting'
Ia mengatakan Türkiye harus menjadi bagian dari proses ini karena negara itu merupakan sekutu penting.
“Kita perlu bekerja sama. Kita memiliki lawan, musuh yang semakin kuat setiap hari, jadi kita perlu bekerja bersama untuk tetap kuat dan mempertahankan nilai-nilai kita,” kata Francken.
Menunjukkan bahwa Belgia bekerja sama dengan Türkiye di banyak bidang, Francken mengatakan kedua negara melaksanakan banyak kegiatan pelatihan bersama di bawah payung NATO.
“Saya pikir kita juga bisa mempertimbangkan pengadaan bersama, kerja sama industri bersama,” katanya.
Kepala pertahanan Belgia itu juga berbicara tentang misi ekonomi negaranya ke Türkiye bulan lalu, mengatakan kerja sama berlanjut dan kontrak baru masih ditandatangani.
“Kami mengadakan misi ekonomi kami ke Türkiye dan sekarang masih ada kontrak yang muncul,” katanya. “Jadi, bahkan beberapa bulan setelahnya, Anda melihat bahwa misi ekonomi itu memberikan hasil yang sangat baik. Jadi, itu sesuatu yang positif dan kita berjalan dengan arus itu, kita melanjutkan.”


















