ASIA
2 menit membaca
Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo tegaskan persatuan dan ekonomi berkeadilan
Presiden menyampaikan bahwa Pancasila adalah konsensus yang menjadi dasar utama berdirinya negara Indonesia. Kesepakatan tersebut memungkinkan masyarakat dengan berbagai suku, budaya, bahasa, dan wilayah tetap hidup bersatu.
Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo tegaskan persatuan dan ekonomi berkeadilan
Presiden Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026. / BPMI Setpres RI

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila pada Senin (1/6), serta menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi kokoh bangsa Indonesia di tengah dinamika dan gejolak global yang terus berkembang.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila adalah nilai-nilai dasar negara harus menjadi pedoman, termasuk dalam kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

"Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara. Termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita," ucapnya.

Ia menyoroti tantangan pemerataan hasil pembangunan dan menekankan besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, mulai dari mineral strategis hingga komoditas energi dan pertanian. 

“Tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, sebagai mandataris rakyat yang disumpah di hadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita,” katanya, menegaskan arah perubahan menuju sistem ekonomi yang lebih sesuai dengan nilai Pancasila.

Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia”, disebutnya sangat relevan di tengah situasi global yang penuh ketegangan dan ketidakpastian ekonomi.

Prabowo juga mengingatkan kembali Pancasila sebagai konsensus dasar bangsa.
“Pancasila adalah sebuah konsensus agung. Suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” ucapnya.

Upacara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden ke-14 Gibran Rakabuming Raka, bersama jajaran pejabat negara dan menteri Kabinet Merah Putih.

Peringatan ini kembali menegaskan bahwa Pancasila sebagai pedoman utama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih berkeadilan serta memastikan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo ingatkan masyarakat soal semangat Kartini di hari peringatan 21 April




SUMBER:TRT Indonesia