ASIA
2 menit membaca
Penembakan mematikan di sekolah Filipina sudah 'direncanakan': polisi
Tiga orang tewas dan sekitar 20 lainnya luka-luka dalam insiden penembakan di sebuah sekolah di Kota Tacloban, Filipina, pada Senin lalu.
Penembakan mematikan di sekolah Filipina sudah 'direncanakan': polisi
Tiga siswa tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan bersenjata di sebuah sekolah menengah di Filipina. / AA

Kepolisian Filipina pada Selasa (23/6) menyatakan bahwa aksi penembakan di sebuah sekolah di pusat kota Tacloban yang menewaskan tiga siswa dan melukai 20 orang lainnya pada Senin kemarin, merupakan serangan yang sudah direncanakan matang. Menurut laporan media lokal, aksi keji ini rupanya dilakukan oleh dua remaja yang masih berusia 14 dan 15 tahun.

Berdasarkan keterangan dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) yang dilansir ABS-CBN News, para tersangka mendatangi San Jose National High School dengan membawa pistol kaliber 9mm dan revolver kaliber .38. Mereka langsung melepaskan tembakan bertubi-tubi bahkan sebelum melangkah masuk ke dalam gedung sekolah.

Juru bicara kepolisian, Kolonel Allen Rae Co, menegaskan bahwa seluruh bukti yang ada mengarah pada kesimpulan bahwa serangan ini telah dipersiapkan dengan sangat rapi.

"Ini sudah direncanakan. Mereka bahkan sudah menembak dari arah jendela sebelum merangsek masuk ke dalam gedung sekolah. Ini adalah pembunuhan berencana," ungkap Co saat diwawancarai stasiun penyiaran lokal DZMM.

Pihak penyidik mengungkapkan bahwa salah satu tersangka sempat mengisi ulang peluru pistolnya di tengah aksi penyerangan dan membawa dua magasin amunisi. Sementara itu, tersangka kedua hanya sempat melepaskan satu tembakan sebelum akhirnya berhasil diringkus.

Polisi juga membeberkan fakta bahwa salah satu senjata api yang digunakan ternyata milik bibi tersangka, yang berstatus sebagai anggota polisi aktif di wilayah Visayas Timur.

Anggota polisi tersebut kini telah dibebastugaskan dari jabatannya selama penyelidikan berlangsung untuk mendalami bagaimana senjata dinasnya bisa jatuh ke tangan sang keponakan. Otoritas setempat menambahkan, sempat beredar video di media sosial yang memperlihatkan oknum polisi tersebut sedang mengajari keponakannya cara memegang dan menembakkan senjata.

Dari total 20 korban yang terluka, 15 di antaranya mengalami luka tembak langsung, termasuk seorang siswa yang kepalanya sempat terserempet peluru.

Sejumlah video yang beredar luas di jagat maya memperlihatkan situasi mencekam saat para siswa yang ketakutan bersembunyi di dalam ruang kelas ketika suara tembakan menggema, sementara sebagian lainnya lari berhamburan keluar area sekolah dengan panik. Pemerintah daerah setempat telah mengonfirmasi bahwa ketiga korban tewas seluruhnya merupakan siswa sekolah tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Tiga tewas, beberapa luka-luka dalam penembakan di sekolah di Filipina
SUMBER:TRT World & Agencies