DUNIA
2 menit membaca
'Kembalinya' Taiwan ke China adalah kunci bagi tatanan pasca Perang Dunia II, tegas Xi
Perdana Menteri Jepang mengatakan awal bulan ini bahwa serangan hipotetis China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo. Pernyataan yang menyebabkan krisis diplomasi antara Tokyo dan Beijing.
'Kembalinya' Taiwan ke China adalah kunci bagi tatanan pasca Perang Dunia II, tegas Xi
Kembalinya Taiwan ke China bagian penting dari tatanan internasional, kata Xi. / AA

Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump dalam sebuah panggilan telepon bahwa "kembalinya Taiwan ke China" merupakan bagian penting dari tatanan internasional pascaperang, lapor kantor berita negara Xinhua.

"China dan Amerika Serikat pernah berjuang berdampingan melawan fasisme dan militerisme dan sekarang harus bekerja sama untuk menjaga hasil Perang Dunia II," kata Xi, dikutip Xinhua pada hari Senin.

Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa Trump dan Xi memang berbicara lewat telepon namun tidak memberikan rincian.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan belum menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk menguasainya, meskipun pemerintah pulau itu menolak klaim Beijing dan menyatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

China sedang terlibat dalam krisis diplomatik terbesar dalam beberapa tahun dengan Jepang, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan bulan ini bahwa serangan hipotetis China terhadap "Taiwan yang diperintah secara demokratis" bisa memicu respons militer dari Tokyo.

Xi dan Trump bertemu di Korea Selatan pada 30 Oktober, setelah berbulan-bulan ketegangan perdagangan yang dipicu oleh kebijakan tarif Trump.

Sejak itu China melanjutkan pembelian kedelai AS dan menghentikan perluasan pembatasan ekspor tanah jarang, sementara AS menurunkan tarif terhadap China sebesar 10 persen.

Xi mengatakan hubungan China-AS telah stabil dan membaik sejak pertemuan mereka.

"Fakta sekali lagi menunjukkan bahwa kerja sama menguntungkan kedua pihak sementara konfrontasi merugikan kedua pihak," katanya kepada Trump, mendesak kedua negara untuk menjaga momentum positif dan memperluas kerja sama.

Kedua pemimpin juga membahas perang di Ukraina, dengan Xi menegaskan kembali bahwa China mendukung segala upaya yang kondusif bagi perdamaian sambil menyerukan kepada semua pihak untuk mempersempit perbedaan.

TerkaitTRT Indonesia - AS setujui penjualan paket senjata kedua pertahanan udara senilai $700 juta ke Taiwan
SUMBER:Reuters
Jelajahi
Bandara Helsinki kembali beroperasi usai penutupan sementara akibat peringatan drone
Elon Musk melakukan perjalanan ke China bersama Trump tanpa izin hakim di tengah sidang OpenAI
Rusia bombardir Kiev dengan rudal dan drone, harapan damai kian memudar
Trump dan Xi bersiap lanjutkan pertemuan hari kedua usai peringatan soal Taiwan dan perang Iran
Xi dan Trump sepakat perkuat koordinasi saat China dorong de-eskalasi perang Iran
Perang Iran dan lonjakan energi jadi fokus pertemuan BRICS di India
Menlu Sugiono dorong BRICS agar lebih aktif jaga perdamaian dunia
Xi menolak untuk kirim senjata ke Iran selama pembicaraan di Beijing: Trump
Putaran baru pembicaraan perdamaian Israel-Lebanon dibuka di Washington: para diplomat
Dapatkah Trump dan Xi mencapai kesepakatan di dunia yang terpecah-belah?
Iran dan UEA bentrok di Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di New Delhi
Xi dan Trump sepakat 'Selat Hormuz harus tetap terbuka,' ujar Gedung Putih usai KTT AS-China
Pejabat: Ibu kota Ukraina Kiev diserang besar-besaran oleh Rusia
Xi: AS dan China sepakat menjalin hubungan strategis yang 'konstruktif dan stabil'
India menghindari untuk kecam AS dan Israel dalam pertemuan BRICS
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama keselamatan transportasi
UEA salurkan bantuan Rp3,3 miliar untuk 162 jemaah haji Indonesia
Menkeu respons kekhawatiran pengusaha China terkait kebijakan investasi Indonesia
Indonesia hadiri pertemuan Menlu BRICS di India, konflik Iran dan energi global jadi sorotan
Xi Jinping menerima kunjungan Donald Trump dalam KTT Beijing di tengah konflik Iran