ASIA
2 menit membaca
Menlu RI perkuat kemitraan bilateral dan sinergi Indonesia–Filipina di ASEAN
Kedua negara membahas peluang memperbesar perdagangan dan investasi serta mengembangkan kolaborasi di sektor energi untuk memperkuat ketahanan rantai pasok kawasan.
Menlu RI perkuat kemitraan bilateral dan sinergi Indonesia–Filipina di ASEAN
Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dengan Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro di Manila pada Senin (2/11). / Dok. Kemlu RI

Indonesia dan Filipina berupaya memperluas kemitraan di bidang pertahanan, perdagangan, investasi, dan energi. Indonesia juga menyatakan kesiapan membantu modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Filipina serta berbagi keahlian dalam pengembangan industri halal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dengan Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro di Manila pada Senin (2/11). Pertemuan bilateral pertama kedua menteri itu sekaligus menjadi kunjungan pertama Arrmanatha ke negara ASEAN sejak menjabat sebagai Menlu RI.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua negara membahas peluang memperbesar perdagangan dan investasi serta mengembangkan kolaborasi di sektor energi untuk memperkuat ketahanan rantai pasok kawasan. Kerja sama konsuler juga menjadi agenda pembahasan, terutama terkait pelindungan warga negara masing-masing.

Salah satu prioritas yang dibahas ialah kelanjutan penerbitan paspor bagi hampir 1.600 warga negara Indonesia yang terdaftar (Registered Indonesian Nationals/RINs) di Filipina. Kedua pihak juga memandang perlu pembaruan Rencana Aksi (Plan of Action) sebagai acuan pelaksanaan kerja sama bilateral pada masa mendatang.

Arrmanatha mengatakan hubungan Indonesia dan Filipina yang telah berlangsung lebih dari 70 tahun memiliki landasan kepentingan bersama, terutama dalam menjaga keamanan dan stabilitas Asia Tenggara.

“Indonesia dan Filipina memiliki komitmen yang kuat terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan dan kami akan terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan, serta bekerja bersama dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Arrmanatha.

Selain agenda bilateral, kedua menteri membicarakan perkembangan kawasan, termasuk situasi Myanmar. Keduanya menilai persatuan, sentralitas, dan keterbukaan ASEAN perlu terus dijaga untuk mendukung stabilitas regional dan mendorong penyelesaian persoalan di negara tersebut.

Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap Filipina yang memegang keketuaan ASEAN 2026. Dukungan itu mencakup penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 November mendatang.

Indonesia juga menekankan perlunya komunikasi dan koordinasi yang lebih erat dengan negara-negara tetangga melalui mekanisme ASEAN untuk menangani persoalan lingkungan yang berdampak lintas negara.

Pertemuan tersebut menegaskan upaya Jakarta dan Manila memperluas kerja sama di tengah kepentingan bersama dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Filipina perluas kerja sama ekonomi kreatif di ASEAN
SUMBER:TRT Indonesia