Turkish Airlines perbarui armada A320 setelah Airbus peringatkan risiko radiasi matahari
Delapan pesawat A320 sedang menjalani prosedur sesuai Operator Alert Notice dari Airbus, sementara seluruh penerbangan tetap berlangsung aman selama proses pembaruan, kata pimpinan Turkish Airlines.
Maskapai nasional Türkiye telah memulai prosedur yang diperlukan terhadap delapan pesawat keluarga A320 setelah Airbus merilis pembaruan perangkat lunak terbaru.
“Airbus telah mengeluarkan Operator Alert Notice (AOT) untuk seluruh pesawat A320 di dunia,” ujar Yahya Ustun, wakil presiden senior komunikasi Turkish Airlines, melalui platform X.
“Delapan pesawat A320 di armada kami telah dievaluasi sesuai kerangka itu dan akan kembali beroperasi dengan aman setelah prosedur selesai dijalankan sesuai instruksi,” tambahnya.
Ia menegaskan seluruh operasional maskapai tetap berjalan dengan aman.
“Selama proses ini, kami mengikuti instruksi seluruh lembaga terkait, terutama EASA [European Union Aviation Safety Agency], dan bekerja sama dengan Airbus untuk memastikan pembaruan perangkat lunak yang diperlukan,” ujarnya.
Radiasi matahari
Airbus pada Jumat memperingatkan potensi gangguan perjalanan seiring pembaruan pada sekitar 6.000 pesawat A320 yang masih beroperasi, menyusul insiden pada sebuah penerbangan JetBlue bulan lalu.
Produsen pesawat Eropa itu meminta para operator mengambil “tindakan pencegahan segera” setelah mengevaluasi insiden tersebut.
“Radiasi matahari yang intens dapat merusak data penting yang memengaruhi fungsi kendali penerbangan,” kata Airbus, seraya mencatat bahwa “sejumlah besar pesawat keluarga A320 yang saat ini beroperasi” mungkin terdampak.
Penggantian perangkat lunak diperkirakan memakan waktu “beberapa jam” untuk sebagian besar pesawat, namun sekitar 1.000 pesawat membutuhkan proses yang “memakan waktu berminggu-minggu,” menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada AFP.
Perangkat lunak bermasalah itu, Elevator and Aileron Computer (ELAC), diproduksi perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan Thales.
“Airbus menyadari rekomendasi ini akan memicu gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan,” demikian pernyataan perusahaan, yang juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Pada 30 Oktober, sebuah pesawat A320 yang dioperasikan JetBlue mengalami gangguan kendali saat terbang akibat kerusakan komputer.
Pesawat itu tiba-tiba menukik saat melintas dari Cancun, Meksiko, menuju Newark, Amerika Serikat, sehingga pilot mengalihkan pendaratan ke Tampa, Florida.