Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan akan menarik diri dari kartel minyak OPEC dan OPEC+ untuk fokus pada “kepentingan nasional”, sebuah langkah yang memicu gejolak baru di tengah lonjakan harga energi akibat perang di Timur Tengah.
UEA, salah satu produsen minyak terbesar dunia yang selama ini kerap berselisih dengan kuota produksi OPEC, akan resmi keluar pada Jumat, menurut pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi WAM pada Selasa.
“Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta profil energi yang terus berkembang,” demikian pernyataan pemerintah.
“Selama berada dalam organisasi ini, kami telah memberikan kontribusi signifikan dan bahkan pengorbanan besar demi kepentingan bersama,” lanjut pernyataan tersebut.
“Namun, kini saatnya memusatkan upaya kami pada apa yang dituntut oleh kepentingan nasional.”
Dampak bagi OPEC
UEA telah menjadi anggota OPEC melalui emirat Abu Dhabi sejak 1967, empat tahun sebelum negara tersebut resmi berdiri setelah lepas dari protektorat Inggris.
Keputusan ini, di tengah guncangan minyak terbesar sejak era 1970-an, diperkirakan akan melemahkan OPEC yang didominasi oleh Arab Saudi, sekaligus meningkatkan ketidakpastian di pasar energi global, menurut sejumlah analis.
Pengiriman minyak dari kawasan Teluk saat ini juga terhambat akibat blokade Iran di Selat Hormuz, jalur sempit strategis yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
UEA yang sebelumnya terdampak serangan Iran juga sempat mengalami ketegangan dengan Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, setelah konflik proksi di Yaman yang melibatkan kedua negara.
Iran disebut menawarkan untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz jika Amerika Serikat mencabut sanksi dan menghentikan perang, menurut dua pejabat regional. Namun, Presiden AS Donald Trump dinilai kecil kemungkinan menerima tawaran tersebut, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga disebut menolak kesepakatan yang mengecualikan isu program nuklir Iran.
Pasar minyak makin bergejolak
Di sisi lain, lonjakan harga minyak akibat perang Iran turut menahan reli pasar saham di Wall Street.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 2,7 persen menjadi US$111,18 per barel. Sementara kontrak Juli yang lebih banyak menjadi acuan pasar juga naik 2,6 persen ke US$104,33 pada Selasa.
Sebelum konflik, harga Brent sempat berada di kisaran US$70 pada akhir Februari, namun kini kembali mendekati puncaknya di US$119 saat ketegangan perang mencapai titik tertinggi.
Sebelum perang, UEA merupakan produsen minyak terbesar keempat dalam kelompok OPEC+, di bawah Arab Saudi, Rusia, dan Irak.
Analis Rystad Energy, Jorge Leon, menilai keluarnya UEA mungkin belum langsung berdampak pada pasar selama pengiriman melalui Hormuz masih terhenti. Namun, langkah tersebut dinilai membuka peluang peningkatan produksi UEA di masa depan dan memunculkan pertanyaan tentang peran Arab Saudi sebagai penstabil utama pasar.
“Ini berpotensi membuat pasar minyak semakin volatil seiring menurunnya kemampuan OPEC dalam menyeimbangkan pasokan,” ujarnya.
Sementara itu, Jamie Ingram dari Middle East Economic Survey menyebut OPEC kehilangan sekitar 13 persen kapasitas produksinya akibat keluarnya UEA, mengutip data Badan Energi Internasional (IEA).
Kontrol atas pasar
OPEC didirikan pada 1960 oleh 12 negara anggota dan kemudian pada 2016 menggandeng 10 produsen lain dalam format OPEC+ untuk memperkuat pengaruh di pasar energi global.
Kartel yang berbasis di Wina itu mulai mendapat perhatian dunia pada 1973 ketika memberlakukan embargo minyak terhadap sekutu Israel di tengah Perang Yom Kippur, yang memicu krisis minyak global pertama.
Dalam beberapa bulan saja, harga minyak melonjak hingga empat kali lipat, menunjukkan besarnya pengaruh kartel tersebut.
Menghadapi munculnya kompetitor baru pada 1980-an, OPEC kemudian memperkenalkan sistem kuota produksi yang terkenal untuk mengontrol pasar.
Strategi tersebut membuat organisasi ini relatif mampu bertahan selama krisis keuangan 2008 dan guncangan harga akibat pandemi Covid-19, meski tetap diwarnai ketegangan internal.














