KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
Kuwait terapkan force majeure pada ekspor minyak saat blokade Hormuz berdampak
Kuwait Petroleum Corporation (KPC) mengonfirmasi penerapan force majeure setelah blokade Selat Hormuz mengganggu pengiriman serta menekan pasar dan infrastruktur energi.
Kuwait terapkan force majeure pada ekspor minyak saat blokade Hormuz berdampak
Produksi minyak di Kuwait telah anjlok hingga mencapai rekor terendah dalam sejarah. [Foto arsip] / AP

Kuwait menyatakan force majeure atas pengiriman minyak mentah dan produk petroleum olahan setelah blokade Selat Hormuz menghambat akses kapal ke Teluk dan membuat sebagian kewajiban pengiriman tidak dapat dipenuhi, lapor Bloomberg News pada Senin (20/4).

Perusahaan milik negara Kuwait Petroleum Corporation (KPC) memberi tahu para pelanggan pada Jumat bahwa pihaknya memberlakukan klausul kontrak yang memungkinkan pemasok tidak memenuhi pengiriman dalam kondisi luar biasa, menurut dokumen yang dikutip Bloomberg.

Langkah ini tidak serta-merta berarti ekspor akan berhenti sepenuhnya. Seorang sumber yang mengetahui hal tersebut mengatakan sebagian pasokan kemungkinan tetap berlanjut meski deklarasi telah diberlakukan.

Gangguan ini terjadi seiring perang yang melibatkan Iran membuat lalu lintas di Selat Hormuz nyaris terhenti, menciptakan hambatan bagi eksportir energi Teluk dan menambah tekanan pada pasar minyak global.

Hampir tertutupnya jalur pelayaran strategis tersebut juga menyebabkan fasilitas penyimpanan di kawasan cepat penuh, sementara negara-negara Teluk yang sangat bergantung pada ekspor minyak dan bahan bakar menghadapi tekanan terhadap produksi dan pendapatan.

Kuwait terdampak serangan infrastruktur

Sejumlah negara di kawasan telah dipaksa mengurangi produksi minyak mentah, gas, dan produk olahan akibat gangguan di Hormuz serta serangan Iran.

Awal bulan ini, pemerintah AS memperkirakan lebih dari 9 juta barel per hari produksi minyak akan terhenti pada April.

Kuwait juga mengalami serangan berulang pada infrastruktur minyak, dengan produksi turun ke level yang terakhir terlihat pada awal 1990-an setelah invasi Irak ke negara tersebut, menurut laporan tersebut.

Sumber yang mengetahui hal ini menyebut pemulihan penuh produksi akan memerlukan waktu bahkan setelah konflik mereda, sehingga gangguan ekspor kemungkinan berlanjut meski situasi keamanan kawasan membaik.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Vance mengatakan bom nuklir Iran bisa menjadi 'domino pertama' dalam perlombaan senjata atom global
Kepala badan nuklir PBB peringatkan risiko radiasi serius usai serangan drone di fasilitas UEA
Inflasi AS sentuh level tertinggi dalam tiga tahun, perang Iran dan blokade Hormuz jadi pemicu
Pentagon sebut perang AS melawan Iran telah menelan biaya 29 miliar dolar AS
Korea Selatan akan ikut pertemuan keamanan Selat Hormuz usai serangan kapal kargo
Netanyahu peringatkan perang melawan Iran 'belum selesai' selama material nuklir masih ada
Iran masih kaji proposal AS yang disampaikan lewat Pakistan
Iran sebut rencana AS di Selat Hormuz sebagai pelanggaran gencatan senjata
Poin-poin penting kesaksian kongres pertama Pete Hegseth sejak perang Iran dimulai
5 hal yang perlu diketahui tentang KTT GCC di Jeddah
Harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran intensifikasi blokade ganda Iran-AS di Selat Hormuz
UEA keluar dari OPEC saat harga minyak melonjak di tengah kebuntuan AS-Iran
Di balik meja perundingan Iran: mengapa Israel masih di luar proses negosiasi?
Israel kembali lakukan serangan ke Lebanon meski gencatan senjata diperpanjang
Biaya Terusan Panama melonjak hingga $4 juta saat gangguan di Hormuz membentuk kembali rute pelayaran global
AS ancam sanksi terhadap fasilitator perdagangan Iran
Iran peringatkan balasan lebih kuat jika kembali diserang
Minyak & saham turun saat pelaku pasar nilai peluang  perpanjang gencatan senjata AS–Iran
Ikatan yang tak terputus itu kini justru memecah Timur Tengah
Vance dan delegasi AS dijadwalkan tiba di Islamabad bahas Iran: Trump