ASIA
2 menit membaca
AirAsia akan membeli 150 pesawat Airbus A220 dalam kesepakatan senilai $19 miliar
AirAsia, Maskapai berbasis Malaysia ini menandatangani kesepakatan senilai rekor $19 miliar untuk 150 pesawat Airbus A220-300, dengan opsi untuk menggandakan pesanan tersebut saat maskapai ini melakukan ekspansi di Asia dan pasar jarak jauh.
AirAsia akan membeli 150 pesawat Airbus A220 dalam kesepakatan senilai $19 miliar
(ARSIP) AirAsia adalah "pelanggan peluncuran global" untuk konfigurasi 160 kursi baru A220, kata CEO Airbus Commercial Aircraft Lars Wagner. / Reuters

Maskapai ternama di Asia Tenggara, AirAsia, telah menandatangani kesepakatan senilai $19 miliar untuk membeli 150 pesawat Airbus A220-300 buatan Kanada, kata kedua perusahaan itu, dengan maskapai penerbangan bertarif rendah tersebut menambahkan pada hari Kamis (7/5) bahwa mereka dapat menggandakan pesanan untuk memenuhi permintaan di masa depan.

Kesepakatan itu, yang diumumkan di fasilitas pembuat pesawat di Mirabel, Kanada, merupakan pesanan terbesar dalam sejarah negara tersebut, dengan salah satu pendiri AirAsia, Tony Fernandes, menyebutnya dalam sebuah pernyataan sebagai "alat yang sempurna untuk fase pertumbuhan kami berikutnya".

"Pesanan ini mencerminkan disiplin jangka panjang kami dan skala ambisi kami."

Maskapai bertarif rendah terbesar di Asia Tenggara itu mengatakan kesepakatan tersebut memiliki "fleksibilitas strategis untuk meningkatkan komitmen menjadi 300 dari Keluarga Pesawat A220 untuk memenuhi permintaan di masa depan".

CEO Airbus Commercial Aircraft Lars Wagner mengatakan pesawat A220 akan "membuka rute baru di seluruh Asia yang sebelumnya tidak memungkinkan."

Setelah armada baru dikirim pada 2028, pesawat itu juga akan membebaskan pesawat yang lebih besar untuk fokus pada rute jarak jauh ke Amerika Utara, Australia, dan Eropa, tambahnya.

Dengan pesanan tersebut, AirAsia menjadi "pelanggan peluncuran global" untuk konfigurasi baru A220 dengan 160 kursi, tambah Wagner.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang juga hadir pada upacara tersebut, mengatakan, "150 pesawat itu akan dibangun oleh pekerja Kanada di lantai-lantai pabrik Kanada."

"Bagi ribuan insinyur, teknisi listrik, pengelas baja, dan spesialis TI, ini akan berarti pekerjaan bergaji tinggi dan menarik untuk membangun pesawat yang luar biasa yang menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia," katanya.

Kanada adalah satu-satunya negara di luar Eropa yang menjadi tuan rumah program besar Airbus, dengan pembangunan keluarga A220.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia akan jadi pasar penerbangan terbesar keempat dunia pada 2030, kata Menperin
SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Menkeu Purbaya: Pelemahan Rupiah bukan tanda krisis seperti 1998
Taiwan kerahkan kapal untuk hadapi operasi penegakan hukum China
Korea Utara sebut program nuklir 'tidak bisa dinegosiasikan' jelang kunjungan Xi Jinping
Efisiensi anggaran MBG, BGN akan fokuskan program ke wilayah terpencil
Vietnam dan Indonesia pimpin klasemen sementara Grup A Piala AFF U-19
Pemerintah tingkatkan pengawasan wisata di sekitar gunung api
Indonesia-Malaysia sepakat perkuat kerja sama bilateral lewat JCBC
Indonesia-Singapura perkuat kerja sama pertahanan lewat pertemuan militer tahunan
Tiga tersangka pimpinan BGN ditahan dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Drone Myanmar yang lepas kendali meledak di Thailand, tiga migran tewas
KSP: Serangan siber pada 2025 tembus 5,5 miliar, pemerintah perketat keamanan digital
Tinjau korban kebakaran Kemayoran, Wagub Rano pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi
Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin dibebaskan dengan grasi kerajaan
Kantor Badan Gizi Nasional digeledah, program andalan Prabowo dibayangi ketidakpastian
Dua pilot Taiwan tewas dalam kecelakaan latihan pesawat militer
China gelar patroli di Timur Taiwan, merespons rencana perundingan maritim Jepang–Filipina
Nadiem Makarim peringatkan kepercayaan investor dalam pleidoi kasus pengadaan Chromebook
Prabowo sebut pemusatan ekspor SDA lewat DSI untuk maksimalkan keuntungan nasional
Kebakaran Kemayoran hanguskan 250 bangunan, 620 warga kehilangan tempat tinggal
Filipina dan Vietnam perkuat pakta pertahanan, tegaskan komitmen jaga Laut China Selatan