BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Indonesia-Europe Business Forum 2025 di Oslo perkuat sinergi transisi energi terbarukan
Indonesia dan Eropa memperkuat kerja sama energi terbarukan melalui IEBF 2025 di Oslo, termasuk penandatanganan Joint Declaration dengan Norwegia dan MoU PLN-Saltfoss Energi Denmark.
Indonesia-Europe Business Forum 2025 di Oslo perkuat sinergi transisi energi terbarukan
Indonesia–Europe Business Forum (IEBF) 2025, 8–9 September 2025. (Foto: Kemlu RI)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa bersama Kedutaan Besar RI di Oslo menggelar Indonesia–Europe Business Forum (IEBF) 2025 pada 8–9 September 2025, menurut pernyataan resmi di situs Kemlu.

Acara di Oslo diikuti oleh 16 instansi dari Norwegia dan Denmark, terdiri atas perusahaan energi terbarukan, lembaga pembiayaan, serta perwakilan pemerintah Norwegia. Fokus utama pertemuan adalah memperkuat kerja sama energi baru terbarukan (EBT), pengembangan industri pendukung, dan investasi hijau.

Forum yang bertema “Indonesia–Europe Synergy for New and Renewable Energy” ini melanjutkan rangkaian IEBF sebelumnya yang diselenggarakan di Berlin pada 3–5 September 2025.

Ketua Delegasi RI, Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kemlu RI, Dindin Wahyudin, menegaskan pentingnya percepatan transisi energi di Indonesia. 

“Indonesia membutuhkan kemitraan yang menggabungkan investasi, teknologi, dan inovasi. Eropa, dengan teknologi energi bersih yang maju dan komitmen kebijakan yang kuat, adalah mitra strategis bagi Indonesia,” ujarnya.

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan melimpah: lebih dari 28 gigawatt panas bumi, rata-rata radiasi surya 4,8 kWh/m² per hari, serta sumber daya hidro dan biomassa yang tersebar di seluruh Nusantara. 

Namun, pemanfaatannya membutuhkan skema pembiayaan inovatif, transfer teknologi, dan pembangunan infrastruktur.

Kementerian ESDM memperkirakan kebutuhan investasi mencapai $1.108 miliar hingga 2060, atau sekitar $28,5 miliar per tahun. Sementara itu, PLN memproyeksikan kebutuhan sekitar USD 188 miliar berdasarkan RUPTL 2025–2034 untuk pembangkit EBT, modernisasi jaringan transmisi, dan distribusi listrik. Dengan keterbatasan APBN, peran investasi asing, khususnya dari Eropa, dinilai sangat penting.

Norwegia diharapkan dapat menjadi salah satu mitra kunci Indonesia dalam gebrakan transisi energi. 

Sebagai anggota International Partners Group (IPG) dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP), Norwegia telah menyalurkan investasi melalui Norfund Climate Investment Fund. Investasi perdana sebesar USD 29,6 juta telah diumumkan untuk proyek energi terbarukan di Indonesia, bagian dari komitmen jangka panjang Norwegia senilai $250 juta (NOK 2,5 miliar). Sinergi tersebut semakin diperkuat melalui penandatanganan Joint Declaration kerja sama bilateral pada Juni 2025.

Duta Besar RI untuk Norwegia, Teuku Faizasyah, menegaskan bahwa Indonesia menawarkan salah satu lanskap investasi energi bersih paling menjanjikan di dunia. 

“Forum ini adalah jembatan antara teknologi dan sumber daya, serta antara modal dan peluang. Dengan menyatukan kekuatan, kita dapat mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, PLN Indonesia Power menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Saltfoss Energi dari Denmark untuk melakukan kajian bersama pemanfaatan teknologi nuklir generasi baru. Kesepakatan ini menegaskan peran IEBF sebagai katalis lahirnya kerja sama konkret.

Delegasi Indonesia melibatkan PLN, PLN Indonesia Power, PLN Nusantara Power, Pertamina New and Renewable Energy, serta Sekretariat JETP. Agenda IEBF 2025 di Oslo mencakup diskusi panel, sesi tematik terkait EBT dan blended finance, one-on-one business matching, hingga kunjungan lapangan.

Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Eropa dalam mempercepat transisi energi, membuka peluang investasi hijau, dan membangun masa depan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

TerkaitTRT Global - Indonesia fokus pada CCS sebagai kunci pengurangan emisi dan pertumbuhan investasi

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik
Neraca perdagangan Indonesia surplus $3,70 miliar hingga Juli 2026
Indonesia tawarkan 32 proyek strategis senilai Rp207 triliun ke investor Jepang
Penyaluran biodiesel B50 di Indonesia capai 80 persen, targetkan 100 persen pada Oktober
Indonesia dan Cili dorong perdagangan dua arah melalui IC-CEPA
Kemen ESDM resmikan proyek gasifikasi batubara di Kutai Timur demi tekan impor