PERANG GAZA
3 menit membaca
Apa yang terjadi di pusat distribusi bantuan Gaza?
PBB memperingatkan bahwa distribusi bantuan oleh Gaza Humanitarian Foundation, yang didukung AS dan Israel, berisiko mengalihkan perhatian dari prioritas kemanusiaan mendesak di wilayah Palestina.
Apa yang terjadi di pusat distribusi bantuan Gaza?
Warga Palestina menerima paket makanan dan bantuan kemanusiaan dari kelompok kontroversial yang didukung AS dan Israel di Rafah, Gaza selatan. / AP

Yayasan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang baru dan kontroversial—didukung oleh Amerika Serikat dan Israel—memulai operasinya di pusat distribusi bantuan di Gaza selatan pada Selasa.

Suasana kacau pun terjadi ketika ribuan warga Palestina memadati pusat bantuan di Rafah, menurut laporan jurnalis AFP dan otoritas setempat.

“Kemarin kami menyaksikan gambar-gambar mengejutkan: orang-orang kelaparan berdesakan di pagar, putus asa untuk mendapatkan makanan. Itu sangat kacau, tidak manusiawi, dan tidak aman,” ujar Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, dalam konferensi pers di Tokyo.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah pelonggaran sebagian dari blokade total terhadap bantuan kemanusiaan yang diberlakukan Israel sejak 2 Maret, yang menyebabkan kelangkaan parah makanan dan obat-obatan.

Tembakan senjata

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa sedikitnya satu orang tewas dan 48 lainnya luka-luka setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang menyerbu lokasi bantuan.

Sebelumnya pada Rabu, Kantor HAM PBB menyatakan bahwa puluhan orang terluka saat mencoba mendapatkan bantuan makanan di situs distribusi yang dikelola GHF pada Selasa.

“Sebanyak 47 orang terluka akibat tembakan,” kata Ajith Sunghay, Kepala Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, kepada wartawan di Jenewa, mengutip informasi dari mitra-mitra di lapangan.

Ia menyatakan bahwa tembakan berasal dari “Pasukan Pertahanan Israel (IDF)”.

Namun, Kantor HAM PBB tidak dapat memberikan lokasi spesifik di mana para korban terluka.

'Kegagalan yang menyedihkan'

Sementara itu, AS mengklaim telah mendistribusikan ratusan ribu paket makanan kepada warga Palestina “yang sangat membutuhkannya”.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, pada Selasa mengatakan bahwa kelompok bantuan gabungan AS-Israel telah mengirimkan 462.000 porsi makanan melalui 8.000 kotak bantuan.

Bruce menolak menanggapi laporan tentang serangan tentara Israel terhadap warga Palestina yang menyerbu fasilitas distribusi bantuan di kota Rafah, dan lebih memilih menyoroti keberhasilan distribusi bantuan oleh yayasan tersebut.

Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza, dalam pernyataan pada hari yang sama, menyebut bahwa “rencana distribusi bantuan oleh penjajah Israel di zona penyangga telah gagal secara menyedihkan.”

Menyimpang dari prioritas kemanusiaan

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa distribusi bantuan oleh GHF berisiko mengalihkan fokus dari prioritas kemanusiaan mendesak di Gaza, seperti akses berkelanjutan, kondisi yang aman, dan percepatan izin masuk pasokan darurat.

Yayasan yang dibentuk pada Februari lalu ini telah mendapat kritik keras dari PBB, dengan para pejabatnya menyatakan bahwa rencana distribusi bantuan tersebut justru dapat memicu relokasi paksa warga Palestina dan meningkatnya kekerasan.

Sebuah lembaga pemantau kelaparan global memperingatkan bahwa kelaparan mengancam lebih dari setengah juta orang—atau seperempat dari populasi Gaza.

Sejak 2 Maret, Israel telah menutup seluruh perlintasan menuju Gaza bagi pasokan makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah di wilayah tersebut, yang dihuni oleh 2,4 juta orang.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Indonesia kecam eskalasi kekerasan di Tepi Barat, desak dialog diplomasi
Relawan Indonesia laporkan Netanyahu ke Kejagung atas dugaan kejahatan kemanusiaan armada Gaza
Gembala-gembala Palestina kehilangan tanah seiring pemukiman Israel meluas
Penduduk Israel ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, meneriakkan slogan-slogan provokatif
AS luncurkan serangan baru terhadap Iran saat Trump mengatakan kesepakatan masih 'mungkin' tercapai
Palestina desak PBB bertindak terkait penahanan Direktur RS Gaza Dr Hussam Abu Safiya
Israel teken kesepakatan US$2,3 miliar untuk perluas permukiman ilegal di Tepi Barat
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, termasuk anak berusia 9 tahun bernama Tala
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel
Apa yang akan terjadi selanjutnya saat Hamas menyerahkan administrasi Gaza ke panel yang didukung PBB?
5 hal yang perlu diketahui tentang pembubaran pemerintah Gaza
Tiga anak termasuk dalam 10 warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza
Bagaimana sebuah kasus pengadilan dapat menghentikan aliran dana negara bagian AS ke kas perang Israel
Israel menghancurkan pendidikan di Gaza, dan dengan demikian, masa depan anak-anak
Hamas tuduh Israel ciptakan 'kekosongan administrasi' di Gaza
Bayi Palestina meninggal setelah ambulans terhambat di pos pemeriksaan Israel
Israel setujui 13 permukiman ilegal, Palestina memperingatkan isolasi Yerusalem Timur yang diduduki
Bagaimana hegemoni hidro Israel telah menyebabkan kekurangan air dan krisis kemanusiaan di Gaza
Israel ajukan RUU yang melarang Azan menggunakan pengeras suara
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar tewas di Gaza akibat serangan Israel