Jalan menuju New Jersey terbuka bagi 32 tim seiring berakhirnya fase grup Piala Dunia
DUNIA
6 menit membaca
Jalan menuju New Jersey terbuka bagi 32 tim seiring berakhirnya fase grup Piala DuniaMemasuki fase gugur yang krusial pada edisi 2026 ini, kami mengulas lebih dalam mengenai bagan pertandingan, statistik performa, serta deretan rekor yang berhasil dipecahkan.
Seiring Piala Dunia memasuki fase penentuan, lebih banyak kejutan akan terjadi, dan lebih banyak rekor diperkirakan akan pecah. (Foto: ARSIP) / AP

Washington, DC — Seiring bergemanya peluit akhir di berbagai penjuru Amerika Utara pada Sabtu lalu, fase grup terbesar dalam sejarah Piala Dunia FIFA resmi berakhir secara dramatis. Babak ini menutup dua pekan penuh kejutan yang mendebarkan, patah hati yang mendalam, serta momen-momen tak terlupakan.

Sebanyak 48 tim memulai turnamen ini dengan mimpi membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Namun, format baru yang diperluas ini terbukti kejam; sejumlah tim raksasa harus berjuang mati-matian dalam laga kualifikasi yang menegangkan, sementara beberapa negara kuda hitam berhasil memanfaatkan peluang untuk unjuk gigi di panggung dunia.

Stadion-stadion yang dipenuhi penonton serta jutaan pasang mata saksi layar kaca disuguhi fase grup yang penuh dengan gol penentu di menit-menit akhir, kejutan besar, dan perpisahan emosional. Semua ini menjadi pembuka bagi babak gugur yang diprediksi akan berjalan sulit ditebak.

Berakhirnya fase grup ini juga menegaskan semakin meratanya kekuatan sepak bola internasional. Tim-tim raksasa tradisional seperti Brasil, Prancis, Inggris, dan Argentina berhasil lolos sesuai prediksi.

Namun, tidak semua tim favorit melenggang dengan mudah. Beberapa di antaranya harus tampil tenang di bawah tekanan tinggi demi mengamankan posisi puncak atau sekadar menghindari angkat koper lebih awal.

Sebagai contoh, Portugal harus puas finis di posisi kedua grup mereka setelah hanya bermain imbang dua kali, sementara Jerman secara mengejutkan ditumbangkan oleh Ekuador.

Edisi 2026 ini juga mencatatkan jumlah partisipasi tim asal Afrika terbanyak sepanjang sejarah, dengan 10 negara yang bertanding dan sembilan di antaranya berhasil menembus babak gugur—yakni Maroko, Aljazair, Senegal, Mesir, Pantai Gading, Ghana, Republik Demokratik Kongo, Afrika Selatan, dan Tanjung Verde. Di sisi lain, Tunisia belum mampu memutus kutukan dan kembali gagal melangkah lebih jauh dari fase grup dalam enam kali keikutsertaan mereka.

Format baru dengan 48 tim ini sukses menyajikan drama yang persis seperti dibayangkan oleh FIFA. Skema ini memberikan peluang realistis bagi lebih banyak negara untuk mencapai babak gugur, sekaligus melahirkan pertandingan hidup-mati yang krusial hingga laga terakhir fase grup.

Setiap gol, kartu kuning, dan perhitungan selisih gol menjadi sangat berarti saat tim-tim bertarung, bukan hanya demi lolos, tetapi juga untuk mendapatkan lawan yang lebih menguntungkan di babak 32 besar.

Kini, ruang untuk melakukan kesalahan telah tertutup rapat.

Babak 32 besar menandai dimulainya fase "menang atau pulang"—sebuah panggung di mana reputasi dipertaruhkan dan para legenda Piala Dunia dilahirkan.

Dengan tim-tim non-unggulan yang kini mengantongi rasa percaya diri baru, tim-tim kandidat juara yang mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka, serta beberapa laga akbar sesama tim raksasa yang sudah menanti di depan mata, turnamen ini memasuki babak paling menarik. Setiap pertandingan kini berpotensi menciptakan momen tak terlupakan lainnya dalam sejarah Piala Dunia.

Pembagian grup dan jadwal pertandingan

FIFA telah membagi bagan pertandingan ke dalam dua sisi. Setelah babak ini, setengah dari total tim akan pulang, membuka jalan bagi babak 16 besar yang dipastikan bakal jauh lebih sengit.

Format yang digunakan adalah: dua tim teratas dari masing-masing 12 grup ditambah 8 tim peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke babak berikutnya.

Grup A

  • Mexico (Peringkat 1)

  • Afrika Selatan (Peringkat 2)

Grup B

  • Swiss (Peringkat 1)

  • Kanada (Peringkat 2)

  • Bosnia dan Herzegovina (Peringkat 3 – peringkat ketiga terbaik)

Grup C

  • Brasil (Peringkat 1)

  • Maroko (Peringkat 2)

Grup D

  • Amerika Serikat (Peringkat 1)

  • Australia (Peringkat 2)

  • Paraguay (Peringkat 3)

Grup E

  • Jerman (Peringkat 1)

  • Pantai Gading (Peringkat 2)

  • Ekuador (Peringkat 3)

Grup F

  • Belanda (Peringkat 1)

  • Jepang (Peringkat 2)

  • Swedia (Peringkat 3)

Grup G

  • Belgia (Peringkat 1)

  • Mesir (Peringkat 2)

Grup H

  • Spanyol (Peringkat 1)

  • Tanjung Verde (Peringkat 2)

Grup I

  • Prancis (Peringkat 1)

  • Norwegia (Peringkat 2)

  • Senegal (Peringkat 3)

Grup J

  • Argentina (Peringkat 1)

  • Austria (Peringkat 2)

  • Aljazair (Peringkat 3)

Grup K

  • Kolombia (Peringkat 1)

  • Portugal (Peringkat 2)

  • RD Kongo (Peringkat 3)

Grup L

  • Inggris (Peringkat 1)

  • Kroasia (Peringkat 2)

  • Ghana (Peringkat 3)

Pertandingan mendatang akan digelar pada tanggal-tanggal berikut:

Minggu, 28 Juni

  • Afrika Selatan vs Kanada

Senin, 29 Juni

  • Brasil vs Jepang

  • Jerman vs Paraguay

  • Belanda vs Maroko

Selasa, 30 Juni

  • Pantai Gading vs Norwegia

  • Prancis vs Swedia

  • Meksiko vs Ekuador

Rabu, 1 Juli

  • Inggris vs RD Kongo

  • Belgia vs Senegal

  • AS vs Bosnia dan Herzegovina

Kamis, 2 Juli

  • Spanyol vs Austria

  • Portugal vs Kroasia

  • Swiss vs Aljazair

Jumat, 3 Juli

  • Australia vs Mesir

  • Argentina vs Tanjung Verde

  • Kolombia vs Ghana

Persaingan Sepatu Emas semakin sengit

Salah satu sorotan utama dalam setiap gelaran Piala Dunia adalah perebutan penghargaan Sepatu Emas, dan persaingan sengit ini sudah dimulai sejak matchday pertama.

Lionel Messi, yang sukses menasbihkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia di turnamen ini, saat ini memimpin daftar top skor dengan torehan enam gol.

Posisi kedua dengan raihan empat gol ditempati bersama oleh empat pemain, termasuk bintang Prancis Kylian Mbappe, penyerang Norwegia Erling Haaland, winger Brasil Vinicius Junior, dan penggawa Prancis Ousmane Dembele.

Persaingan untuk menjadi pencetak assist terbanyak juga tidak kalah sengit. Posisi pertama ditempati bersama oleh tiga pemain, yaitu Alexander Isak dari Swedia, Bruno Guimaraes dari Brasil, dan Michael Olise dari Prancis.

Sementara itu, posisi kedua dihuni oleh banyak pemain, di antaranya Denzel Dumfries dari Belanda, Mohamed Salah dari Mesir, Mbappe dari Prancis, Florian Wirtz dari Jerman, serta beberapa nama lainnya.

Kejutan dan rekor yang pecah

Piala Dunia 2026 sejauh ini telah menghadirkan banyak kejutan dan momen pemecahan rekor.

Meskipun turnamen baru berjalan setengah jalan, ajang ini telah mencatatkan rekor 215 gol, jumlah terbanyak dibandingkan edisi Piala Dunia mana pun sebelumnya.

Messi, yang tampaknya sangat gemar memecahkan rekor, kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total koleksi 19 gol.

Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, juga mengukir sejarah baru sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.

Brasil terus mempertegas reputasi mereka sebagai kekuatan paling dominan di Piala Dunia. Tim Samba memperlebar jarak sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi dalam sejarah turnamen lewat torehan total 244 gol—sebuah rekor yang sempat dipatahkan sejenak oleh Jerman setelah kemenangan telak 7-1 mereka melawan Curacao.

Dari 32 tim yang lolos ke babak gugur, enam di antaranya berhasil menembus fase ini untuk pertama kalinya: Pantai Gading, Mesir, Tanjung Verde, Afrika Selatan, Kanada, dan Bosnia-Herzegovina.

Tanjung Verde menjadi salah satu kisah paling fenomenal dalam turnamen ini. Melakoni debutnya di Piala Dunia, negara kepulauan tersebut tidak hanya sekadar lolos dari grup, tetapi juga mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah populasi terkecil yang pernah mencapai babak gugur Piala Dunia.

Seiring langkah Piala Dunia yang memasuki fase krusial, kejutan-kejutan lain dipastikan akan kembali terjadi, dan rekor-rekor baru diperkirakan akan terus tercipta.

SUMBER:TRT World