Indonesia dan Kanada sepakat menjajaki peluang kerja sama baru untuk memperkuat hubungan bilateral, dengan implementasi berbagai kesepakatan menjadi fokus dalam Forum Konsultasi Bilateral mendatang.
Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand di sela rangkaian ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) ke-59 di Manila, Filipina, pada Kamis (23/7).
Menlu Sugiono mengatakan Indonesia berkomitmen agar hubungan kedua negara tidak hanya berkembang dari sisi jumlah kerja sama, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
"Kami berkomitmen untuk memastikan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga berorientasi pada hasil nyata yang memberikan dampak langsung bagi kemakmuran masyarakat kedua negara," ujar Sugiono.
Forum Konsultasi Bilateral berikutnya akan menjadi wadah untuk mengidentifikasi sektor-sektor baru yang memiliki potensi kerja sama saling menguntungkan. Kedua negara juga menekankan pentingnya penyelesaian Rencana Aksi (Plan of Action) 2026–2029 sebagai pedoman dalam memperkuat kolaborasi bilateral secara lebih terarah dan strategis.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Kanada sepakat melanjutkan upaya peningkatan perdagangan serta investasi menjelang implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah memperdalam kemitraan Indonesia–Kanada serta persiapan menuju peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.




















