India telah menyetujui pengembangan jet tempur siluman generasi kelima pertama yang dikembangkan secara mandiri, yaitu Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).
Menteri Pertahanan Rajnath Singh menyetujui untuk program prototipe ini pada hari Selasa, menegaskan tekad India untuk mencapai kemandirian dalam sektor pertahanan.
AMCA akan menjadi jet tempur bermesin ganda dan dilengkapi teknologi stealth, yang dirancang dan dikembangkan oleh Aeronautical Development Agency (ADA) yang dikelola negara, bekerja sama dengan mitra industri India.
Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah India dan Pakistan terlibat dalam bentrokan menggunakan rudal dan drone, yang menewaskan lebih dari 70 orang, termasuk warga sipil, di kedua negara tetangga tersebut.
Insiden ini menandai eskalasi paling serius antara dua rival bersenjata nuklir tersebut, yang telah beberapa kali berperang terkait wilayah sengketa Kashmir.
Pakistan mengklaim telah menembak jatuh enam jet India, termasuk jet Rafale buatan Prancis, yang membuat India berada dalam posisi sulit. Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menghabiskan miliaran dolar untuk memperkuat pertahanan negara. Namun, India belum mengonfirmasi atau membantah laporan tentang jatuhnya jet-jet tersebut.
Program jet tempur India ini diposisikan sebagai landasan utama dalam upaya negara tersebut untuk mengurangi ketergantungan pada impor senjata asing dan memodernisasi militernya di tengah ancaman keamanan yang terus berlangsung.
India secara bertahap meningkatkan pengeluaran pertahanan—naik 9,5 persen tahun ini menjadi $78,7 miliar—dan kini termasuk dalam lima negara dengan pengeluaran pertahanan terbesar di dunia, menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).
Negara ini juga telah menandatangani sejumlah kesepakatan pertahanan profil tinggi, termasuk perjanjian terbaru untuk membeli 26 jet Rafale tambahan dari Dassault Aviation, Prancis.


















