Angkatan Laut Pakistan mengonfirmasi keberhasilan operasi penyelamatan terhadap 18 awak kapal niaga yang mengalami situasi darurat di wilayah utara Laut Arab, Jumat (10/4). Di antara para penyintas yang berhasil dievakuasi, terdapat warga negara Indonesia (WNI).
Operasi ini diluncurkan segera setelah kapal MV Gold Autumn mengirimkan "peringatan darurat" saat berada sekitar 200 mil laut (setara 370 kilometer) dari lepas pantai Pakistan. Hingga saat ini, otoritas setempat belum merinci penyebab pasti dari sinyal darurat tersebut.
Respons cepat PNS Hunain
Begitu sinyal diterima, Badan Keamanan Maritim Pakistan langsung mengaktifkan Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim (MRCC). Kapal perang Angkatan Laut Pakistan, PNS Hunain, yang kebetulan sedang berpatroli di area tersebut, dikerahkan sebagai unit respons utama.
Tim teknis dan medis dari angkatan laut melakukan serangkaian tindakan darurat di lokasi, yang meliputi:
Penanganan medis bagi kru yang terluka.
Bantuan upaya pemadaman api di atas kapal.
Penilaian teknis terhadap stabilitas dan kondisi kapal.
Evakuasi kru internasional
Seluruh 18 awak kapal dinyatakan selamat dan telah dievakuasi dari kapal yang dalam kondisi kritis tersebut. Selain kru asal Indonesia, manifes awak kapal mencakup warga negara dari China, Bangladesh, Myanmar, dan Vietnam.
"Operasi ini menghasilkan evakuasi yang aman bagi seluruh 18 anggota kru," jelas pihak Angkatan Laut Pakistan dalam pernyataan resminya kepada Anadolu Agency.
Langkah selanjutnya: Repatriasi ke tanah air
Saat ini, para pelaut yang selamat telah dibawa ke kota pelabuhan Karachi. Di sana, mereka mendapatkan perawatan medis lanjutan dan fasilitas penampungan sementara.
Pihak berwenang Pakistan sedang berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik masing-masing negara, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), untuk memproses pemulangan atau repatriasi para awak kapal ke negara asal mereka dalam waktu dekat.
Kawasan Laut Arab merupakan jalur maritim yang sibuk namun menantang secara teknis. Keberhasilan operasi ini menunjukkan pentingnya koordinasi keamanan maritim di wilayah tersebut guna melindungi nyawa para pelaut internasional.













