DUNIA
2 menit membaca
AS siapkan paket bom senilai $373 juta untuk perluas jangkauan serangan Ukraina
Departemen Luar Negeri AS menyatakan rencana penjualan ini tidak akan mengubah keseimbangan militer kawasan maupun kesiapan pertahanan Amerika.
AS siapkan paket bom senilai $373 juta untuk perluas jangkauan serangan Ukraina
Sejak perang di Ukraina dimulai pada Februari 2022, AS telah mengirimkan sekitar $187 miliar ke Kiev. / Reuters

Amerika Serikat menyetujui potensi penjualan senjata senilai $373,6 juta kepada Ukraina yang mencakup paket bom berpemandu GPS, menurut pernyataan Departemen Luar Negeri.

Dalam keterangan pada Selasa (5/5), lembaga tersebut menyebut telah mengesahkan penjualan kit Joint Direct Attack Munition-Extended Range (JDAM-ER) beserta perlengkapan terkait kepada Kyiv melalui program Foreign Military Sales.

Paket tersebut mencakup 1.200 kit ekor KMU-572 JDAM dan 332 kit ekor KMU-556 JDAM, serta sistem sekering, suku cadang, dukungan logistik, dan dokumentasi teknis.

“Penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang menjadi kekuatan bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa,” demikian pernyataan tersebut.

Disebutkan pula bahwa paket ini akan meningkatkan kemampuan Ukraina dalam menghadapi ancaman saat ini maupun di masa depan, termasuk memperkuat kapasitas pertahanan udara untuk misi pertahanan diri dan keamanan regional. Ukraina dinilai tidak akan mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan peralatan tersebut ke dalam angkatan bersenjatanya.

Keseimbangan militer tidak terpengaruh

Departemen Luar Negeri juga menegaskan bahwa penjualan ini “tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan.”

“Tidak akan ada dampak negatif terhadap kesiapan pertahanan AS akibat rencana penjualan ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Sejak perang di Ukraina dimulai pada Februari 2022, AS telah menyalurkan sekitar $187 miliar kepada Kyiv dalam bentuk bantuan militer dan kemanusiaan.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Apa itu hantavirus yang menjadi wabah di kapal pesiar Atlantik
Indonesia serukan de-eskalasi setelah serangan drone ke fasilitas minyak Fujairah
Iran minta jaminan FIFA, keikutsertaan di Piala Dunia 2026 masih belum pasti
Kuba tuduh AS lakukan ‘perang ekonomi’ dan peringatkan ancaman aksi militer
Imigrasi Bali tindak 62 WNA dalam operasi pengawasan keimigrasian
Baznas RI gandeng Türkiye dalam kerja sama dana ZIS untuk program kemanusiaan
BNPT dan Uni Eropa perkuat kerja sama cegah ancaman terorisme digital
Dapatkah blokade AS mendorong Washington dan Tehran kembali ke meja perundingan?
14 orang tewas dan 60 luka-luka dalam serangan di seluruh Ukraina, kata pejabat
Korea Selatan akan selidiki soal kebakaran kapalnya di Hormuz, Trump tuduh keterlibatan Iran
Indonesia konfirmasi supertanker Iran di perairannya, Kemlu: Aktivitas kapal sesuai UNCLOS
Indonesia dan Jepang sepakat tingkatkan kerja sama industri pertahanan
AS menyerahkan awak dan kapal Iran yang disita ke Pakistan untuk dipulangkan: Laporan
Boeing kembali hadapi gugatan 737 MAX, tragedi Lion Air Indonesia kembali disorot
Kapal tanker raksasa Iran 'HUGE' di perairan Indonesia usai berhasil hindari blokade AS
Serangan bersenjata tewaskan empat orang di Cucuta, Kolombia jelang pemilu
Di balik jalur pasokan senjata AS ke Israel: Siapa yang membiayai, siapa yang diuntungkan
Iran tetapkan batas waktu satu bulan bagi AS untuk akhiri blokade laut, perang di Iran, dan Lebanon
Tiga orang meninggal dalam wabah hantavirus di kapal pesiar Atlantik — WHO
Ukraina menghantam dua 'kapal tanker armada bayangan' dekat pelabuhan utama Rusia: Zelenskyy