DUNIA
2 menit membaca
Menlu RI batal hadir, Dubes wakili Indonesia di Forum Diplomasi Antalya (ADF) 2026 di Türkiye
Dalam penjelasannya, pemerintah menegaskan bahwa absennya Menlu tidak mencerminkan berkurangnya komitmen Indonesia terhadap kerja sama internasional, terutama dengan Türkiye.
Menlu RI batal hadir, Dubes wakili Indonesia di Forum Diplomasi Antalya (ADF) 2026 di Türkiye
[Foto Arsip: Forum Diplomasi Antalya]
20 jam yang lalu

Rencana kehadiran Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2026 di kota resort Türkiye Antalya batal terlaksana. Pemerintah Indonesia memastikan keikutsertaan dalam forum tersebut tetap berjalan melalui perwakilan Duta Besar RI untuk Türkiye, Achmad Rizal Purnama.

Forum diplomasi tahunan yang digelar pada 17–19 April 2026 di Antalya itu sebelumnya dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Menlu Sugiono atas undangan Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan. 

Dalam agenda awal, Sugiono direncanakan tampil sebagai panelis dalam diskusi mengenai dinamika dan peran ASEAN, serta mengikuti pertemuan dengan negara-negara anggota Group of 8 (G8) terkait isu Palestina dan Timur Tengah.

Namun, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi adanya perubahan rencana di menit akhir.

“Merujuk press briefing di Kemlu tadi siang, dapat disampaikan bahwa rencana kunjungan kerja Menlu RI ke Antalya, Türkiye, untuk berpartisipasi di Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2026 tidak dapat terlaksana sesuai yang dijadwalkan,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam keterangan resmi, Kamis (16/4) malam.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dorong Türkiye sebagai mitra dialog ASEAN, serukan kerjasama lebih dalam

Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. 

Sebagai pengganti, Dubes RI di Ankara akan mewakili Indonesia, termasuk dalam pembukaan forum dan sejumlah agenda penting lainnya. 

Selain menghadiri ADF, Dubes Rizal juga dijadwalkan mengikuti pertemuan Group of 8 (G8) —forum yang beranggotakan delapan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)—yang membahas perkembangan geopolitik, khususnya proses perdamaian Palestina.

Dalam penjelasannya, pemerintah menegaskan bahwa absennya Menlu tidak mencerminkan berkurangnya komitmen Indonesia terhadap kerja sama internasional, terutama dengan Türkiye. 

“Ketidakhadiran Menlu RI pada ADF 2026 tidak mengurangi komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Türkiye, baik secara bilateral maupun dalam kerangka ASEAN,” ujar Yvonne.

ADF sendiri merupakan salah satu forum diplomasi global yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat pemerintah, organisasi internasional, hingga kalangan akademisi dan pelaku usaha. 

Tahun ini, forum mengangkat tema “Mapping Tomorrow and Managing Uncertainties,” yang menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi ketidakpastian dunia yang semakin kompleks.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia-Türkiye pererat hubungan strategis, dagang dan pertahanan dalam pertemuan menteri 2+2
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi