Antrean panjang karena lonjakan permintaan BBM di Sukoharjo, Jawa Tengah
Harga minyak mentah dunia melonjak di tengah eskalasi konflik yang dipicu oleh perang AS-Israel, dan Iran. Kondisi yang diperparah oleh terganggunya Selat Hormuz.
Lonjakan permintaan bahan bakar terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3), memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian.
Situasi ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran warga terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Di lapangan, antrean didominasi pengendara sepeda motor yang berusaha mengamankan bahan bakar di tengah ketidakpastian. Petugas SPBU tetap melayani seperti biasa, namun peningkatan permintaan secara tiba-tiba mulai membebani stok yang tersedia.
Sentimen pasar global turut memicu kepanikan tersebut. Harga minyak mentah dunia melonjak di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pada hari yang sama, Brent diperdagangkan mendekati US$99 per barel, sementara WTI hampir menyentuh US$93.
Kondisi ini diperparah oleh kekhawatiran atas terganggunya jalur distribusi energi utama dunia, termasuk Selat Hormuz. Jalur vital tersebut diketahui mengalirkan sekitar 20 juta barel minyak per hari, dan gangguan yang terjadi sejak awal Maret telah meningkatkan biaya pengiriman serta menekan stabilitas pasokan global.
Ketegangan kawasan sendiri terus meningkat sejak operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat, memperluas risiko terhadap keamanan energi global.