Prabowo ajukan keponakan sebagai calon deputi gubernur BI, pasar soroti independensi bank sentral

Presiden Prabowo Subianto mengajukan keponakannya, Thomas Djiwandono, sebagai calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI). Langkah ini memicu perhatian pelaku pasar di tengah kekhawatiran terhadap independensi kebijakan moneter.

By
Presiden Indonesia Prabowo Subianto. / AP

Nama Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, masuk dalam daftar calon deputi gubernur Bank Indonesia yang diajukan ke DPR. Pengajuan ini dilakukan bersama dua kandidat lain menyusul pengunduran diri deputi gubernur BI Juda Agung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027.

Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengatakan Thomas—yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan—menjadi salah satu dari tiga nama yang disampaikan pemerintah ke parlemen. Dua kandidat lainnya berasal dari internal BI, yakni Solikin Juhro dan Dicky Kartikoyono.

Penunjukan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap independensi BI, seiring ambisi pemerintahan Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029, dari sekitar 5 persen saat ini. Sentimen tersebut turut menekan nilai tukar rupiah yang pada Senin sempat menyentuh level terendah dalam sembilan bulan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rotasi pejabat antara BI dan Kementerian Keuangan tidak akan mengganggu independensi masing-masing lembaga. Ia menyebut Juda Agung akan bergabung dengan Kementerian Keuangan dan membantah anggapan bahwa masuknya Thomas ke BI akan mengikis kemandirian bank sentral.

“Ada spekulasi bahwa karena Thomas masuk ke BI, independensinya hilang. Saya tidak sepakat,” ujar Purbaya. Ia menambahkan, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Bank Indonesia mengonfirmasi bahwa Juda Agung telah menyampaikan pengunduran diri pada 13 Januari. BI menegaskan tetap berfokus menjaga stabilitas rupiah dan sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menilai Thomas Djiwandono sebagai figur yang layak mengisi posisi deputi gubernur BI. “Ia memiliki kompetensi akademik, pengalaman birokrasi, dan pribadi yang rendah hati,” ujarnya.

Sementara itu, BI memulai rapat dewan gubernur selama dua hari pada Selasa. Sejumlah analis memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan. Analis mata uang MUFG, Michael Wan, menilai BI kini lebih condong mendukung pertumbuhan dibandingkan menaikkan suku bunga untuk menopang rupiah, berbeda dengan siklus kebijakan sebelumnya.

Sebagai catatan, setiap anggota Dewan Gubernur BI memiliki hak suara dalam penentuan suku bunga dan arah kebijakan moneter. Pengangkatan anggota dewan dilakukan oleh presiden dengan persetujuan DPR, di tengah pembahasan RUU yang bertujuan memperkuat peran BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.