Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kembali menegaskan pentingnya posisi Indonesia bagi Canberra, bertepatan dengan peringatan 81 tahun kemerdekaan RI yang berlangsung di tengah situasi duka akibat gempa besar di Flores, NTT.
Dalam pidatonya di parlemen Australia pada Senin (17/8), Albanese membuka pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa atas gempa bermagnitudo 7,7 yang menewaskan sedikitnya 65 orang hingga Senin. Ia menegaskan bahwa Australia akan terus memberikan dukungan kepada Indonesia.
“Australia berdiri bersama Indonesia, seperti yang selalu kami lakukan dan akan terus kami lakukan,” ujarnya.
Albanese kemudian menyinggung hubungan historis kedua negara, termasuk peran Australia sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, stabilitas Indonesia memiliki kaitan langsung dengan keamanan kawasan, yang juga berdampak pada Australia.
“Hingga hari ini, perdamaian, keamanan, dan stabilitas Australia bergantung pada keamanan kawasan kita dan, pada gilirannya, pada Indonesia yang bersatu, stabil, dan berdaulat,” kata Albanese.
Ia menambahkan, “Bagi kami, tidak ada hubungan yang lebih penting.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan luar negerinya, di mana ia memilih Jakarta sebagai tujuan kunjungan pertama setelah menjabat pada 2022 dan kembali terpilih pada 2025.
Selain itu, Albanese juga menyoroti Perjanjian atau Traktat Jakarta yang ditandatangani pada Februari lalu bersama Presiden Prabowo Subianto. Perjanjian ini mengatur konsultasi bersama jika salah satu pihak menghadapi ancaman, serta memperkuat kerja sama keamanan yang berakar dari Perjanjian Lombok 2006.
“Perjanjian itu memperjelas bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan adalah dengan bertindak bersama,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa Australia menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia.





















