BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan India bidik kerja sama semikonduktor hingga pusat data di forum BRICS
Indonesia dan India sepakat menjajaki peluang kerja sama industri strategis, mulai dari semikonduktor hingga pusat data, demi memperkuat rantai pasok manufaktur dan perdagangan kedua negara.
Indonesia dan India bidik kerja sama semikonduktor hingga pusat data di forum BRICS
Wamenperin Faisol Riza bertemu Menperindag India Jitin Prasada di sela KTT BRICS di Jaipur. Foto: Kemenperin

Pemerintah Indonesia dan India sepakat menjajaki penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis, mulai dari industri semikonduktor, pusat data (data center), hingga transformasi digital manufaktur.

Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan India Jitin Prasada di Jaipur, India.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela rangkaian agenda 10th BRICS Industry Ministers' Meeting.

"Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Faisol dalam keterangannya yang dirilis ANTARA, Rabu (26/8).

Pertemuan tingkat menteri ini menjadi kelanjutan diplomasi tingkat tinggi kedua negara setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada awal 2025, serta kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026.

Sebagai anggota penuh BRICS, Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memperluas kemitraan teknologi bernilai tambah tinggi.

Indonesia secara khusus mengajak India berkolaborasi di sektor semikonduktor yang memegang peran krusial sebagai penopang industri otomotif, elektronika, telekomunikasi, hingga energi hijau.

Selain itu, kedua pihak juga mendorong integrasi teknologi modern melalui otomatisasi pabrik, kecerdasan buatan (artificial intelligence), smart manufacturing, serta penguatan infrastruktur pusat data.

Perluasan Pasar dan Perdagangan

Di sisi perdagangan, total nilai transaksi kedua negara pada 2025 mencapai 23,16 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 18,32 miliar dolar AS dan impor 4,84 miliar dolar AS.

Meski neraca perdagangan surplus, ekspor produk olahan nonmigas Indonesia ke India tercatat melambat. Isu ini dimanfaatkan Jakarta untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk manufaktur nasional.

Pemerintah India menyambut positif usulan kerja sama tersebut, khususnya di bidang industri hijau dan agro.

Pada saat yang sama, New Delhi turut menyampaikan catatan terkait pembatasan kuota impor sejumlah produknya ke Indonesia, yang akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh kementerian terkait di Jakarta.

TerkaitTRT Indonesia - Taiwan incar pasar Indonesia untuk teknologi tinggi, terutama sektor semikonduktor dan AI
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik
Neraca perdagangan Indonesia surplus $3,70 miliar hingga Juli 2026
Indonesia tawarkan 32 proyek strategis senilai Rp207 triliun ke investor Jepang
Penyaluran biodiesel B50 di Indonesia capai 80 persen, targetkan 100 persen pada Oktober
Indonesia dan Cili dorong perdagangan dua arah melalui IC-CEPA
Kemen ESDM resmikan proyek gasifikasi batubara di Kutai Timur demi tekan impor