Gunung Merapi luncurkan dua awan panas pagi ini, status siaga tetap berlaku

Gunung Merapi meluncurkan dua awan panas guguran sejauh hingga 1,6 km ke arah barat daya pada Senin dini hari, sementara status aktivitasnya tetap Level III (Siaga) menurut BPPTKG.

By
FOTO ARSIP: Gunung Merapi menyemburkan lava dan awan panas di Magelang, Jawa Tengah, pada 4 November 2024. / AFP

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin dini hari, dengan dua kali awan panas guguran yang meluncur ke arah barat daya sejauh maksimum 1,6 kilometer.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengatakan fenomena tersebut terpantau dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

“Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter,” ujarnya dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurut BPPTKG, awan panas tersebut memiliki amplitudo antara 18 hingga 33 milimeter dengan durasi sekitar 175 hingga 188 detik. Dalam periode yang sama, aktivitas seismik juga mencatat 49 kali gempa guguran serta 14 gempa hibrid atau fase banyak.

Selain itu, guguran lava terpantau mengalir sebanyak 20 kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur hingga 1,8 kilometer, serta 13 kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum yang sama.

Secara visual, Merapi terlihat jelas dengan asap kawah putih bertekanan lemah yang membumbung hingga sekitar 500 meter di atas puncak. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga cerah dengan suhu berkisar 17,2 hingga 19,2 derajat Celsius.

BPPTKG mempertahankan status aktivitas Merapi pada Level III atau Siaga. 

Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, terutama di sepanjang Sungai Boyong hingga lima kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer dari puncak.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer.