ASIA
2 menit membaca
IKN dan Korea Selatan perkuat kerja sama pengembangan kota cerdas
OIKN dan Korea Selatan memperkuat kerja sama percepatan pembangunan kota cerdas di IKN. Kolaborasi ini bertujuan menjadikan Nusantara kota hijau, modern, layak huni, dan menjadi rujukan global.
IKN dan Korea Selatan perkuat kerja sama pengembangan kota cerdas
Nusantara Smart City Forum 2025, kolaborasi antara Otorita IKN dan MOLIT di Multifunction Hall, Kantor Kemenko 3. Foto: IKN / TRT Indonesia

OIKN bersama Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (MOLIT) menegaskan komitmen mereka dalam menghadirkan teknologi kota cerdas yang dapat langsung diterapkan di lingkungan IKN.

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan inovasi menjadi fondasi pembangunan ibu kota baru. “Kami dan Korea Selatan berkomitmen mengembangkan teknologi dan kebijakan smart city yang dapat diimplementasikan langsung di IKN, karena pembangunan IKN menempatkan inovasi sebagai inti pertumbuhan,” ujar Basuki di Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis (4/12), dikutip dari Antara.

Basuki menambahkan, pusat kolaborasi Smart City Cooperation Center (SCCC) dirancang sebagai “living lab”, ruang pengembangan bersama tempat kebijakan, teknologi, dan solusi perkotaan diuji langsung di lapangan.

Ia berharap bangunan SCCC dapat menjadi wadah pertemuan para praktisi, akademisi, hingga mahasiswa untuk mengasah future skills yang dibutuhkan ke depan. “Tempat ini akan mempertemukan investasi dengan inovasi sehingga dapat menghasilkan terobosan nyata bagi layanan publik,” katanya.

Penguatan kerja sama tersebut diwujudkan dalam Nusantara Smart City Forum (NSCF) 2025. Forum ini menghadirkan pakar dari kedua negara untuk membahas pengembangan pusat kolaborasi smart city, protokol bangunan pintar, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Korea Selatan apresiasi kemajuan OIKN

Ketua tim MOLIT Korea Selatan, Jo Eun Hye, mengapresiasi kemajuan kerja sama yang telah berjalan. Ia menilai peresmian dan pengoperasian SCCC pada 3 Desember 2025 menjadi pencapaian penting yang lahir dari kemitraan kuat antara Indonesia dan Korea Selatan.

Jo menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga pada pengembangan teknologi kota cerdas yang efektif dan mampu menjawab kebutuhan kota modern.

“Saya mendengar kata ‘Nusantara’ berarti gugusan banyak pulau. Makna itu indah, menggambarkan keberagaman yang saling terhubung. Dengan semangat itu, kami percaya Nusantara akan menjadi pusat inovasi yang menyatukan berbagai teknologi, ide, dan peluang dari banyak pihak,” ujarnya.

TerkaitTRT Indonesia - Jakarta dinobatkan sebagai ibu kota terpadat di dunia dalam laporan PBB
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Pemprov Kalbar perpanjang status darurat asap akibat karhutla hingga 20 September
Infeksi pernapasan akibat asap karhutla melonjak, 113 ribu lebih kasus dalam sepekan
Kementerian LH dan DPD perkuat penegakan hukum lingkungan hingga pengelolaan sampah nasional
Jepang kirim helikopter Chinook bantu padamkan karhutla di Indonesia pekan ini
5 jurnalis hilang kontak saat liput erupsi Anak Krakatau di Selat Sunda
Seluruh bandara kembali beroperasi usai erupsi Anak Krakatau, 8 orang dilaporkan hilang
BGN tutup sementara 1.999 dapur MBG, perketat standar keamanan pangan
Gunung Semeru kembali erupsi, PVMBG waspadai awan panas dan lahar
SAR perluas pencarian 5 jurnalis yang hilang di perairan Anak Krakatau
Musim karhutla Indonesia uji respons ASEAN hadapi kabut asap lintas batas
Pertumbuhan ekonomi RI tetap sesuai target, Menkeu Purbaya siapkan anggaran penanganan bencana
Presiden Prabowo instruksikan penambahan anggaran dan perkuat mitigasi bencana
Pemerintah perpanjang bansos beras hingga Desember untuk 33 juta keluarga
Polisi Indonesia-Malaysia perkuat koordinasi intelijen menekan jaringan narkotika lintas batas
Kejagung tetapkan Toba Pulp Lestari (PT. TPL) tersangka, kerugian pajak capai Rp2 triliun
TNI AU dan RSAF Singapura bahas kerja sama militer dalam pertemuan tahunan ke-20
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berakhir, 8 bandara ditutup akibat abu vulkanik
Bursa komoditas Indonesia hadapi persaingan dan tantangan pasar global
Indonesia dan Malaysia perluas operasi satgas berantas barang ilegal di perbatasan
Malaysia lakukan penyemaian awan 3 hari kedepan di Sarawak dan perbatasan Indonesia