Xi bertemu dengan PM Irlandia saat China mencari hubungan lebih dalam dengan Uni Eropa
China dan Irlandia telah membahas memperdalam kerja sama ekonomi di tengah ketegangan yang lebih luas antara Uni Eropa dan China terkait tarif.
Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Irlandia yang sedang berkunjung, Micheal Martin, pada hari Senin membahas pendalaman hubungan ekonomi serta hubungan antara China dan Uni Eropa.
Martin tiba di ibu kota China pada hari Minggu untuk kunjungan resmi selama lima hari, kunjungan perdana menteri Irlandia pertama dalam 14 tahun.
“Saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan adalah pengalaman berharga yang dikumpulkan dari perkembangan jangka panjang dan stabil hubungan China-Irlandia,” kata Xi dalam sambutannya.
Kunjungan Martin, yang berlangsung hingga Kamis, juga akan mencakup pertemuan di Shanghai dengan pejabat senior China dan pemimpin bisnis.
“Kedua pihak harus bersama-sama mewariskan dan melanjutkannya. China siap bekerja sama dengan Irlandia untuk memperkuat komunikasi strategis, memperdalam saling percaya politik dan memperluas kerja sama praktis, untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa dan memberikan dorongan lebih besar bagi hubungan China-Eropa,” kata Xi, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.
Karena China dan Irlandia mendukung multilateralisme, “kedua pihak harus memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam urusan internasional, bersama-sama menegakkan otoritas PBB, dan bekerja untuk sistem tata kelola global yang lebih adil dan merata,” kata Xi, menurut pernyataan di situs web Kementerian Luar Negeri China.
Mitra ekonomi terbesar Irlandia di Asia
Xi mengatakan China dan Uni Eropa “harus menjaga perspektif jangka panjang, tetap berkomitmen untuk bekerja sama sebagai mitra, memandang dan menangani perbedaan secara objektif dan rasional, serta mengejar kerja sama yang saling menguntungkan.”
Martin mendesak “peningkatan keterbukaan” dalam perdagangan antara Irlandia dan China, menekankan pentingnya hubungan ekonomi yang kuat antara kedua negara, menurut pernyataan dari pemerintah Irlandia.
Ia menyoroti dukungan Irlandia terhadap pasar terbuka dan mengatakan kedua negara mendapat manfaat dari keterlibatan kooperatif dalam perdagangan global.
China tetap menjadi mitra ekonomi terbesar Irlandia di Asia, dengan perdagangan tahunan sekitar $42 miliar, dan merupakan mitra terbesar kelima secara global.
Xi menggemakan sentimen tersebut dan menunjukkan minat Beijing untuk meningkatkan kerja sama pragmatis di berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan, ekonomi digital, kesehatan, dan pendidikan.
Ia mengatakan China berharap memperdalam komunikasi strategis dan kepercayaan politik dengan Irlandia, menekankan kerja sama multilateral dalam isu-isu internasional, menurut pernyataan Irlandia.
Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme dan otoritas PBB serta membahas perkembangan hubungan yang lebih luas antara China dan Uni Eropa.
Pihak China mencatat peran Irlandia yang akan segera memegang kepresidenan bergilir Dewan Uni Eropa akhir tahun ini, menyatakan harapan bahwa Dublin akan memberikan kontribusi konstruktif bagi hubungan China-Uni Eropa, tambah pernyataan itu.
Kunjungan Martin berlangsung di tengah ketegangan yang lebih luas antara Uni Eropa dan China terkait tarif, dengan bea masuk China baru-baru ini pada beberapa produk susu Uni Eropa dan kendaraan listrik yang menambah tekanan pada hubungan perdagangan.