POLITIK
1 menit membaca
Jangan campuri urusan Tibet: China kecam India
China mengecam pernyataan menteri India soal siapa yang berhak menentukan penerus Dalai Lama, menegaskan hanya Beijing yang berhak menentukan dan memperingatkan bahwa campur tangan semacam itu bisa merusak hubungan antara kedua negara.
Jangan campuri urusan Tibet: China kecam India
Dalai Lama dan orang-orang Tibet. / AP

China mendesak India agar tidak mencampuri urusan dalam negerinya menyusul pernyataan terbaru dari seorang menteri senior India terkait suksesi Dalai Lama.

“China berharap India berhenti menggunakan isu Tibet untuk mencampuri urusan domestik dan menghindari dampak negatif terhadap perkembangan hubungan kedua negara,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Jumat.

Sehari sebelumnya, pejabat India tersebut menyatakan bahwa hanya Dalai Lama dan yayasan yang ia dirikan yang berwenang menentukan siapa penerusnya sebagai pemimpin spiritual agama Buddha Tibet.

Pernyataan ini menjadi salah satu bentuk kontradiksi publik yang jarang terjadi terhadap posisi lama China.

Beijing bersikukuh bahwa pihaknya memiliki hak untuk menyetujui Dalai Lama berikutnya, dengan mengacu pada praktik-praktik sejarah sejak era kekaisaran.

Suksesi Dalai Lama merupakan isu yang sangat sensitif.

Meski secara resmi India mengakui Tibet sebagai bagian dari wilayah China, negara tersebut telah menjadi tuan rumah bagi Dalai Lama dan komunitas pengungsi Tibet sejak tahun 1959—sebuah situasi yang kerap memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara.

TerkaitTRT Global - Bagaimana penerus Dalai Lama dipilih?

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Forum di era pergeseran: Bagaimana forum di Antalya mencari "kompas" geopolitik
Sanksi untuk Kuba, Iran, Irak: Apa yang diungkapkan tentang kekuatan koersif barat?
Kemlu kirim surat ke Kemhan soal izin udara militer AS, peringatkan konflik Laut China Selatan
Trump serang Paus Leo XIV di tengah meningkatnya ketegangan perang Iran
Elang atau merpati: Siapa saja negosiator kunci dalam pembicaraan Iran-AS di Islamabad?
Akankah gencatan senjata AS-Iran menjadi perdamaian yang jangka panjang?
'Utang 400 tahun': Langkah Ghana di PBB dan warisan kelam perdagangan budak Atlantik
Pemimpin junta Myanmar dinominasi jadi wakil presiden, bergerak menuju kekuasaan sipil
Bagaimana obsesi Netanyahu dengan kelangsungan politik memperburuk retakan internal Israel
Trump jeda di Iran: Jendela diplomasi atau hitung mundur eskalasi?
Ambang perang nuklir: Bisakah perang AS dan Israel terhadap Iran berubah menjadi perang atom?
Indonesia tidak akan menerima pangkalan militer asing, Prabowo soroti aliansi non-blok
Perang Iran dan keraguan yang semakin besar tentang perlindungan AS
Presiden Prabowo tegaskan kembali sikap netral di tengah eskalasi konflik Timur Tengah
Perang Amerika atau Israel? Perdebatan yang mengguncang Washington terkait Iran
Israel membunuh Khamenei: Apakah larangan global untuk pembunuhan pemimpin negara telah hancur?
Mengapa pujian selektif Netanyahu terhadap tentara 'India' mendistorsi sejarah
70 tahun hubungan diplomatik, Indonesia–Mongolia perkuat kemitraan
Uang darah: Bayang-bayang Israel di balik mesin pembunuh El Mencho?
Perang Rusia-Ukraina masuk tahun kelima, ini alasan angka korban tewas masih simpang siur