PERANG GAZA
2 menit membaca
UNRWA: Pengusiran, kekerasan Israel di Tepi Barat meningkat meski gencatan senjata di Gaza
'Pengurangan pasukan di Gaza tidak boleh menjadi kesempatan untuk memperketat cengkeraman pendudukan di tempat lain,' kata Direktur UNRWA di Tepi Barat
UNRWA: Pengusiran, kekerasan Israel di Tepi Barat meningkat meski gencatan senjata di Gaza
Buldoser Israel menggali jalan sebabkan gedung apartemen tidak dapat digunakan dengan bahan peledak di Tubas, Tepi Barat pada 19 Oktober 2025. / AA

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan pada hari Rabu bahwa kampanye penghancuran dan pengusiran paksa oleh Israel terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki.

“Masa depan Gaza dan Tepi Barat adalah satu kesatuan. Penurunan ketegangan di Gaza seharusnya tidak menjadi kesempatan untuk memperketat cengkeraman pendudukan di tempat lain,” kata Roland Friedrich, Direktur Urusan UNRWA untuk Tepi Barat yang diduduki, melalui platform X.

Sebuah perjanjian gencatan senjata mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober, berdasarkan rencana bertahap yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Friedrich menyoroti adanya peningkatan signifikan dalam kekerasan oleh pemukim dan perluasan permukiman di seluruh Tepi Barat, “mendorong komunitas Palestina yang rentan dari tanah mereka di tengah kondisi yang semakin memaksa—membuka jalan bagi aneksasi.”

Menurut data pihak Palestina, pemukim ilegal Israel telah melakukan 7.154 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di seluruh Tepi Barat sejak Oktober 2023, menewaskan 33 warga Palestina dan menggusur 33 komunitas Badui.

Kamp-kamp pengungsi di wilayah utara seperti Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams juga telah dikosongkan, karena penduduk dilarang keras kembali ke kamp-kamp tersebut di bawah kebijakan yang sama, tambah direktur tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Mesir mendesak tindakan cepat PBB untuk mengesahkan misi pemeliharaan perdamaian di Gaza

Ia menegaskan kembali kesiapan UNRWA untuk bekerja sama dengan semua pihak "untuk memastikan hasil yang komprehensif yang dapat menjadi dasar perdamaian dan stabilitas bagi seluruh wilayah Palestina yang diduduki."

Sejak Oktober 2023, perang genosida Israel telah menewaskan lebih dari 68.200 orang dan melukai lebih dari 170.300 orang di Jalur Gaza, menurut kementerian kesehatan di Gaza.

Tepi Barat yang diduduki juga menyaksikan peningkatan tajam dalam serangan selama periode yang sama, dengan setidaknya 1.056 warga Palestina tewas, sekitar 10.300 terluka, dan lebih dari 20.000 orang, termasuk 1.600 anak-anak, ditahan, menurut data resmi Palestina.

SUMBER:Anadolu Agency
Jelajahi
Türkiye, Indonesia, 6 negara lainnya tolak rencana permukiman ilegal E1 Israel di wilayah Palestina
Türkiye mencari pemberitahuan merah Interpol terhadap Netanyahu atas serangan terhadap konvoi Gaza
Israel tandai tahanan Palestina dengan nomor, mengingatkan kenangan akan kamp Nazi
Indonesia dan 7 negara kecam penolakan Israel atas peta jalan damai Gaza
Paus Leo desak Israel akhiri kekerasan terhadap Palestina di Tepi Barat yang diduduki
Ketua MPR RI serukan penghentian konflik Timur Tengah dan tegaskan dukungan untuk Palestina
Indonesia kecam penolakan Israel atas peta jalan pemulihan Gaza, desak implementasi Resolusi PBB
Baznas RI dan Yordania perkuat bantuan kesehatan bagi warga Palestina
Indonesia, Türkiye dan negara muslim kecam serangan Israel di Gaza, desak patuhi hukum internasional
Indonesia, negara Muslim gelar pertemuan di Yordania perkuat dukungan bagi Yerusalem dan Palestina
Indonesia kecam serangan Israel di Gaza, desak penghentian operasi militer
Indonesia kecam eskalasi kekerasan di Tepi Barat, desak dialog diplomasi
Relawan Indonesia laporkan Netanyahu ke Kejagung atas dugaan kejahatan kemanusiaan armada Gaza
Gembala-gembala Palestina kehilangan tanah seiring pemukiman Israel meluas
Penduduk Israel ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, meneriakkan slogan-slogan provokatif
AS luncurkan serangan baru terhadap Iran saat Trump mengatakan kesepakatan masih 'mungkin' tercapai
Palestina desak PBB bertindak terkait penahanan Direktur RS Gaza Dr Hussam Abu Safiya
Israel teken kesepakatan US$2,3 miliar untuk perluas permukiman ilegal di Tepi Barat
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, termasuk anak berusia 9 tahun bernama Tala
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel