DUNIA
2 menit membaca
Relawan penyelamat ceritakan kengerian di lokasi jatuhnya pesawat di India
Relawan yang bergegas ke lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad menceritakan kobaran api yang mengerikan, jenazah yang hangus, dan tugas berat mengumpulkan sisa-sisa korban setelah bencana yang menewaskan sedikitnya 265 orang itu.
Relawan penyelamat ceritakan kengerian di lokasi jatuhnya pesawat di India
Seorang pejabat memeriksa lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, Jumat, 13 Juni 2025. / AP

Relawan yang datang membantu usai sebuah pesawat penumpang jatuh di kawasan permukiman kota Ahmedabad, India, pada Jumat menggambarkan kobaran api dahsyat yang mereka hadapi—dan tantangan besar ke depan untuk mengidentifikasi jenazah sedikitnya 265 korban.

Bharat Solanki (51) sedang bekerja di sebuah SPBU saat pesawat Air India jenis Boeing 787-8 Dreamliner—yang mengangkut 242 penumpang dan awak—lepas landas dari bandara Ahmedabad sekitar waktu makan siang pada Kamis.

Tak sampai semenit kemudian, pesawat itu menghantam kawasan permukiman dan langsung meledak dengan kobaran api yang digambarkan warga sekitar sebagai ledakan sangat keras.

Hanya satu orang di dalam pesawat yang selamat. Sedikitnya 24 orang lainnya tewas di darat.

Solanki dan beberapa temannya segera menuju lokasi kejadian.

“Kami melihat tubuh-tubuh di mana-mana—terpotong-potong, hangus sepenuhnya,” katanya, mengenang kengerian di tempat kejadian.

“Kami mengangkat mayat-mayat itu,” tambahnya. Ia juga membantu mengevakuasi korban luka dari asrama medis dan gedung-gedung di sekitar yang dihantam pesawat.

“Di mana-mana hanya tubuh, potongan, bagian tubuh. Tubuh-tubuh itu terbakar total. Seperti arang.”

'Tak sempat menyelamatkan diri'

Perdana Menteri Narendra Modi yang mengunjungi lokasi pada Jumat pagi menyebutnya sebagai “pemandangan kehancuran”.

Ia terlihat menatap ke arah gedung bertingkat yang hangus terbakar, dengan roda dan ekor pesawat menancap di salah satu dindingnya.

Pemerintah telah menyiapkan tes DNA bagi keluarga penumpang dan korban di darat untuk mengidentifikasi jenazah yang hangus.

Kemungkinan butuh waktu berminggu-minggu sebelum jumlah korban tewas bisa dipastikan.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah, yang mengunjungi lokasi sehari sebelumnya, menyebut pesawat membawa 125.000 liter (27.500 galon) bahan bakar.

“Suhu saat itu begitu tinggi, sampai-sampai orang tak sempat menyelamatkan diri,” katanya.

TerkaitTRT Global - India mulai penyelidikan atas kecelakaan mematikan Air India saat Modi mengunjungi lokasi kejadian

Air India menyatakan pesawat tersebut mengangkut 169 warga India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan seorang warga Kanada, serta 12 kru, dalam penerbangan menuju Bandara Gatwick, London.

Sona Prakash, yang berada dekat kompleks perumahan medis, mengatakan bahwa “asrama itu hancur total”, sambil menambahkan bahwa “begitu banyak dokter yang terluka, begitu banyak yang meninggal”.

Saksi mata lain, seorang buruh bernama Patani (35) yang hanya menggunakan satu nama, mengatakan orang-orang di sekitarnya mengira terjadi ledakan bom sebelum menyadari bahwa itu adalah kecelakaan pesawat.

“Asap hitam ada di mana-mana, kepulan asap besar,” tambah Vinod Bhai, buruh lainnya.

“Langit sampai hitam pekat, saking banyaknya asap.”

Tim forensik kini tengah mencari kotak hitam perekam penerbangan yang akan merekam detik-detik terakhir penerbangan untuk penyelidikan kecelakaan.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Wasekjen NATO: Perkembangan industri pertahanan Türkiye menunjukkan komitmen terhadap NATO
Pakistan meningkatkan mediasi AS-Iran saat Trump peringatkan situasi bisa menjadi 'menyeramkan'
Setelah pemulihan diplomatik, Bangladesh mengalihkan pelatihan PNS dari India ke Pakistan
Otoritas Hormuz Iran mengklaim kendali atas perairan di selatan pelabuhan UEA
Freeport proyeksikan tambang Grasberg beroperasi penuh pada akhir 2027
Korea Selatan naikkan peringatan perjalanan ke Uganda akibat wabah Ebola
Tiga kapal perang Pakistan bersandar di Jakarta, RI-Pakistan perkuat diplomasi maritim
Pasukan Indonesia ambil bagian dalam latihan militer multinasional PRAGATI di India
Mengapa Kuba tidak merayakan Hari Kemerdekaan pada 20 Mei?
Aston Villa akhiri puasa gelar 30 tahun usai juarai Liga Europa
Rusia-China teken 20 kesepakatan di bidang ekonomi, energi, transportasi, dan kerja sama global
Amnesty: Narasi ‘antek asing’ ancam kebebasan berekspresi di Indonesia
United 2026: Mengapa ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar dan paling global
Amin Abdullah: Penjaga Masjid San Diego yang tewas dipuji sebagai pahlawan karena lindungi jemaah
Putin tiba di Beijing beberapa hari usai kunjungan Trump ke China
WHO memberi peringatan terhadap 'skala dan kecepatan' wabah Ebola mematikan di DRC
AS akan mengakhiri perang dengan Iran 'dalam waktu dekat', kata Trump
Putin dan Xi bertemu di Beijing setelah kunjungan Trump ke China yang mendapat sorotan luas
Iran paparkan detail proposal 14 poin kepada AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang
Indonesia–Türkiye perkuat kerja sama pendidikan tinggi dan teknologi strategis