ASIA
2 menit membaca
Thailand dorong ASEAN perkuat dialog untuk mendukung perdamaian Myanmar
Perdana Menteri Thailand juga menekankan bahwa Myanmar yang damai dan stabil tidak hanya penting bagi Thailand sebagai negara tetangga, tetapi juga bagi persatuan ASEAN dan stabilitas kawasan.
Thailand dorong ASEAN perkuat dialog untuk mendukung perdamaian Myanmar
Dalam pidatonya, Anutin menegaskan bahwa Five-Point Consensus tetap menjadi kerangka utama ASEAN dalam menangani krisis di Myanmar. / Reuters

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyerukan agar ASEAN memperkuat kembali dialog dengan Myanmar sebagai upaya mendorong perdamaian di negara tersebut. Seruan itu disampaikan dalam pidato kebijakannya di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa (4/8), setelah bertemu Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn.

Dalam pidatonya, Anutin menegaskan bahwa Five-Point Consensus tetap menjadi kerangka utama ASEAN dalam menangani krisis di Myanmar. Namun, menurutnya, implementasi inisiatif tersebut perlu disertai pendekatan yang tetap membuka ruang dialog dan menyesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

“Thailand telah mendukung pendekatan keterlibatan kembali yang terukur, yang menjaga agar dialog tetap terbuka dan menanggapi kondisi di lapangan sambil mendorong tercapainya kemajuan konkret,” kata Anutin.

Ia mengatakan pendekatan tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif setelah pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi bertemu perwakilan International Committee of the Red Cross (ICRC) pada Senin dan dinilai berada dalam kondisi kesehatan yang baik.

Anutin juga menekankan bahwa Myanmar yang damai dan stabil tidak hanya penting bagi Thailand sebagai negara tetangga, tetapi juga bagi persatuan ASEAN dan stabilitas kawasan.

Myanmar menghadapi konflik sejak militer mengambil alih pemerintahan pada Februari 2021 dengan menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin penerima Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi. Krisis tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang menewaskan sekitar 100 ribu orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.

Sebagai respons, ASEAN membatasi kehadiran pejabat tinggi Myanmar dalam pertemuan politik tingkat tinggi. Meski demikian, komunikasi dengan Myanmar mulai kembali dilakukan, termasuk melalui pertemuan informal para menteri luar negeri ASEAN dengan perwakilan Myanmar yang digelar Thailand baru-baru ini.

Anutin dijadwalkan menerima kunjungan Min Aung Hlaing pada 6–7 Agustus untuk membahas hubungan bilateral serta kerja sama di lingkungan ASEAN.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Thailand akan terus bekerja sama mendorong peran konstruktif ASEAN untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia siap jadi tuan rumah dialog Damai Myanmar, tekankan perdamaian inklusif ASEAN


SUMBER:TRT Indonesia