DUNIA
2 menit membaca
Pria di India bongkar makam kakaknya, bawa kerangka jenazah ke bank demi cairkan tabungan
Jitu Munda, seorang pria suku dari Odisha, memicu kemarahan publik setelah membawa kerangka kakaknya yang telah digali ke sebuah bank untuk menarik sisa saldo rekeningnya.
Pria di India bongkar makam kakaknya, bawa kerangka jenazah ke bank demi cairkan tabungan
Pria lanjut usia di Odisha, India membawa jenazah kakaknya ke bank untuk mengklaim dananya. (Foto: DOKUMENTASI) / Reuters

Seorang pria suku di Odisha memicu kemarahan publik setelah membawa kerangka kakaknya ke bank demi mencairkan sisa tabungan.

Seorang pria di distrik Keonjhar, Odisha, membuat warga setempat terkejut setelah menggali kembali kerangka jenazah kakaknya dan membawanya sejauh tiga kilometer ke bank untuk membuktikan bahwa sang kakak telah meninggal dunia.

Jitu Munda, anggota komunitas suku setempat yang tidak memiliki pendidikan formal, nekat melakukan tindakan ekstrem tersebut setelah berulang kali ditolak saat mencoba mengakses sisa saldo sebesar 19.300 rupee (sekitar US$203) di rekening kakaknya.

Kakak Jitu, Kakra Munda, meninggal dunia dua bulan lalu.

Setelah kehilangan suami dan anak semata wayangnya, Jitu menjadi satu-satunya keluarga yang masih hidup.

Namun, saat pertama kali mendatangi Odisha Gramin Bank di Mallipasi untuk mencairkan dana tersebut, manajer bank dilaporkan menolak permintaan itu dengan alasan pemilik rekening harus hadir atau Jitu harus menunjukkan dokumen ahli waris yang sah.

Prosedur lebih diutamakan daripada empati

Karena kesulitan memenuhi persyaratan administratif yang rumit untuk memperoleh akta kematian atau dokumen waris, Jitu mendatangi lokasi kremasi desa pada Senin.

Ia menggali kembali jenazah kakaknya, membungkus kerangka tersebut dengan kain, lalu berjalan menuju kantor cabang bank.

Setibanya di bank dan meletakkan kerangka itu di luar, pemandangan tersebut membuat warga yang melihatnya meneteskan air mata sekaligus memicu kemarahan masyarakat.

Sejumlah pihak mengkritik bank karena dianggap tidak memiliki empati, dengan menyebut bahwa petugas seharusnya dapat melakukan verifikasi langsung ke lapangan atau meminta konfirmasi dari kepala desa, alih-alih menuntut dokumen yang sulit diakses oleh warga miskin.

Polisi kemudian datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga.

Petugas dilaporkan berhasil menenangkan Jitu dan mengambil alih kerangka tersebut, yang kemudian dimakamkan kembali.

Aparat penegak hukum menyatakan bahwa kasus ini akan ditangani dengan pendekatan kemanusiaan dan telah meminta klarifikasi resmi dari pihak bank.

SUMBER:TRT World