Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu meningkat menjadi 80 orang, lapor The New York Times pada Minggu.
Mengutip seorang pejabat senior Venezuela, The New York Times menyebut angka tersebut masih bisa bertambah.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan sebagian besar tim pengamanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro tewas dalam operasi AS tersebut, tanpa merinci jumlahnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan aksi militer AS di Venezuela berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump juga berjanji akan menegaskan kendali Amerika atas negara itu untuk sementara waktu, dengan melibatkan pasukan AS bila diperlukan.
Keduanya mendarat di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Centre, Brooklyn.
Mereka menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok geng yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut, sementara para pejabat di ibu kota Venezuela, Caracas, menyerukan pembebasan pasangan itu.











