Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menilai hubungan Jakarta–Beijing berada pada fase yang semakin matang, seiring kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping yang dinilai mampu mendorong kerja sama lebih konkret bagi kepentingan pembangunan kedua negara.
Dalam wawancara tertulis dengan Antara, Wang mengatakan arah hubungan bilateral kini bergerak menuju tahap baru dengan fondasi yang semakin kuat.
“Di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan China-Indonesia mempertahankan momentum yang kuat dan memasuki tahap baru dalam membangun komunitas masa depan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan kemitraan strategis komprehensif kedua negara akan terus ditopang oleh lima pilar utama, yakni politik, ekonomi, maritim, keamanan, serta hubungan antar masyarakat dan budaya. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperluas cakupan kerja sama sekaligus memperdalam koordinasi di berbagai sektor.

Dari sisi hubungan tingkat tinggi, interaksi antara pemimpin kedua negara disebut intens. Wang mencatat Presiden Prabowo telah beberapa kali berkunjung ke China, sementara Presiden Xi Jinping juga berulang kali mengunjungi Indonesia sejak menjabat pada 2013.
Selain itu, pembentukan dialog “2+2” yang melibatkan menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara disebut memperkuat koordinasi strategis.
Di bidang ekonomi, China tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai US$167,49 miliar pada 2025. Wang juga menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sebagai simbol utama kerja sama yang saling menguntungkan.
“Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah menjadi proyek unggulan dalam kerja sama kedua negara,” katanya sebagaimana dikutip oleh Antara.
Penguatan hubungan tidak hanya terjadi di sektor ekonomi. Untuk meningkatkan konektivitas antar masyarakat, China menerapkan kebijakan bebas transit visa selama 240 jam bagi pemegang paspor Indonesia, serta memperluas program pendidikan bahasa Mandarin, termasuk melalui fasilitas “China Space” di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Di sektor pariwisata, tren kunjungan warga China ke Indonesia juga menunjukkan peningkatan. Dalam lima bulan pertama 2026, jumlah wisatawan China mencapai 765.700 orang, naik 21,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wang menegaskan Beijing siap melanjutkan kerja sama erat dengan Jakarta guna merealisasikan berbagai kesepahaman yang telah dicapai kedua pemimpin.
“Hasil kerja sama yang produktif berasal dari keselarasan visi pembangunan, kesamaan kepentingan, serta peluang yang diciptakan oleh stabilitas pembangunan jangka panjang China,” ujarnya.





















