DUNIA
1 menit membaca
AS setujui kemungkinan penjualan peralatan sistem rudal Hawk senilai $108,1 juta ke Ukraina
Penjualan militer asing yang diusulkan mencakup dukungan pemeliharaan, suku cadang, dan layanan logistik untuk sistem pertahanan udara FrankenSAM Hawk Ukraina, kata Departemen Luar Negeri.
AS setujui kemungkinan penjualan peralatan sistem rudal Hawk senilai $108,1 juta ke Ukraina
ARSIP: Seorang prajurit Ukraina mengoperasikan sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah Hawk buatan AS di sebuah posisi di wilayah Mykolaiv. / Reuters

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya telah menyetujui kemungkinan penjualan senilai $108,1 juta kepada Ukraina berupa peralatan untuk mempertahankan sistem rudal Hawk.

Ukraina meminta trailer tiang yang dapat didirikan, modifikasi besar dan dukungan pemeliharaan, suku cadang, bahan habis pakai, aksesori, dukungan perbaikan dan pengembalian, serta layanan rekayasa, teknis, dan logistik dari pemerintah AS dan kontraktor untuk sistem rudal FrankenSAM HAWK, menurut pemberitahuan kepada Kongres.

Departemen itu mengatakan penjualan yang diusulkan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan Ukraina, yang digambarkan sebagai mitra yang berkontribusi pada stabilitas politik dan ekonomi di Eropa.

Dikatakan paket tersebut akan meningkatkan kemampuan Ukraina untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa depan dengan memperkuat kemampuan pertahanan udara terintegrasinya untuk pertahanan diri dan misi keamanan regional.

Departemen menambahkan bahwa Ukraina tidak akan mengalami kesulitan menyerap peralatan dan layanan tersebut ke dalam angkatan bersenjatanya, dan bahwa penjualan ini tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan.

Kontraktor utama untuk program ini adalah Sierra Nevada Corporation dari Englewood, Colorado.

Departemen Luar Negeri mengatakan tidak akan ada dampak merugikan pada kesiapan pertahanan AS sebagai akibat dari penjualan yang diusulkan.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Pakistan meningkatkan mediasi AS-Iran saat Trump peringatkan situasi bisa menjadi 'menyeramkan'
Setelah pemulihan diplomatik, Bangladesh mengalihkan pelatihan PNS dari India ke Pakistan
Otoritas Hormuz Iran mengklaim kendali atas perairan di selatan pelabuhan UEA
Freeport proyeksikan tambang Grasberg beroperasi penuh pada akhir 2027
Korea Selatan naikkan peringatan perjalanan ke Uganda akibat wabah Ebola
Tiga kapal perang Pakistan bersandar di Jakarta, RI-Pakistan perkuat diplomasi maritim
Pasukan Indonesia ambil bagian dalam latihan militer multinasional PRAGATI di India
Mengapa Kuba tidak merayakan Hari Kemerdekaan pada 20 Mei?
Aston Villa akhiri puasa gelar 30 tahun usai juarai Liga Europa
Rusia-China teken 20 kesepakatan di bidang ekonomi, energi, transportasi, dan kerja sama global
Amnesty: Narasi ‘antek asing’ ancam kebebasan berekspresi di Indonesia
United 2026: Mengapa ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar dan paling global
Amin Abdullah: Penjaga Masjid San Diego yang tewas dipuji sebagai pahlawan karena lindungi jemaah
Putin tiba di Beijing beberapa hari usai kunjungan Trump ke China
WHO memberi peringatan terhadap 'skala dan kecepatan' wabah Ebola mematikan di DRC
AS akan mengakhiri perang dengan Iran 'dalam waktu dekat', kata Trump
Putin dan Xi bertemu di Beijing setelah kunjungan Trump ke China yang mendapat sorotan luas
Iran paparkan detail proposal 14 poin kepada AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang
Indonesia–Türkiye perkuat kerja sama pendidikan tinggi dan teknologi strategis
Indonesia dan 9 negara kecam serangan Israel terhadap flotilla bantuan Gaza