DUNIA
2 menit membaca
Menlu Sugiono dorong BRICS agar lebih aktif jaga perdamaian dunia
Menlu Sugiono menyerukan BRICS agar mengambil peran lebih besar dalam menjaga stabilitas global dan menyoroti gugurnya empat personel perdamaian Indonesia di Lebanon.
Menlu Sugiono dorong BRICS agar lebih aktif jaga perdamaian dunia
Menteri Luar (Menlu) Negeri Republik Indonesia Sugiono pada BRICS Foreign Ministers’ Meeting di New Delhi, India, Kamis (14/5). / AP

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan agar negara-negara anggota BRICS memainkan peran lebih aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.

Seruan itu disampaikan Sugiono dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting yang digelar di New Delhi, India, Kamis (14/5).

Dalam pernyataan resminya, Sugiono menilai BRICS sebagai kekuatan baru dari negara-negara Global South memiliki tanggung jawab besar untuk ikut menjaga tatanan dunia yang stabil dan damai.

Ia menegaskan bahwa kekuatan utama BRICS terletak pada kemampuannya memperkuat suara negara berkembang dalam membentuk tata kelola global di masa depan.

Menurut Sugiono, seluruh anggota BRICS juga harus menjunjung hukum internasional secara adil dan konsisten tanpa menerapkan standar ganda.

Dalam forum tersebut, Indonesia turut menyoroti gugurnya empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon. Pemerintah Indonesia meminta adanya akuntabilitas penuh terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Indonesia menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar.

Selain isu keamanan global, Sugiono juga menekankan pentingnya reformasi tata kelola dunia, termasuk sistem perdagangan internasional yang dinilai harus lebih inklusif, terbuka, dan tidak diskriminatif.

Ia menyebut World Trade Organization atau WTO tetap harus menjadi fondasi utama dalam sistem perdagangan global.

Indonesia juga menyambut penguatan New Development Bank (NDB) sejalan dengan tema keketuaan India tahun ini. Pemerintah, kata Sugiono, tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung dengan bank pembangunan tersebut.

BRICS tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tahun 2026 menjadi tahun kedua Indonesia bergabung sebagai anggota BRICS sekaligus menandai 20 tahun pembentukan kelompok tersebut sejak 2006.

Pemerintah berharap keanggotaan Indonesia di BRICS dapat membuka peluang kerja sama konkret di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, perubahan iklim, hingga kesehatan dan reformasi tata kelola global.

Saat ini, BRICS mewakili sekitar 28 hingga 30 persen Produk Domestik Bruto dunia dan mencakup sekitar 45 persen populasi global.

Pertemuan menteri luar negeri BRICS menjadi bagian dari rangkaian menuju KTT BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.

TerkaitMenlu RI di KTT Menteri BRICS, membahas gejolak global di tengah perang Iran - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia