ASIA
2 menit membaca
Korea Selatan bidik kerja sama pertahanan lebih luas dengan Indonesia
Dubes Korea Selatan Yoon Soon-gu menyebut Indonesia sebagai mitra penting di bidang pertahanan dan keamanan, setelah kedua negara menuntaskan tahap pengembangan bersama jet tempur KF-21 Boramae.
Korea Selatan bidik kerja sama pertahanan lebih luas dengan Indonesia
Dubes Korea Selatan Yoon Soon-gu dengan Menlu RI Sugiono.

Korea Selatan ingin memperluas hubungan pertahanan dengan Indonesia ke berbagai bidang, termasuk dialog pertahanan dan kerja sama keamanan, setelah menyelesaikan tahap pengembangan bersama pesawat tempur KF-21 Boramae.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu menyampaikan hal itu dalam acara peringatan Hari Nasional dan Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan di Jakarta, Kamis (1/10).

Menurut Yoon, Indonesia merupakan salah satu mitra utama Korea Selatan dalam sektor pertahanan dan keamanan. Hubungan kedua negara di bidang tersebut juga telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Pengembangan bersama KF-21 Boramae menjadi salah satu proyek utama dalam kerja sama pertahanan kedua negara. Yoon mengatakan fase pengembangan bersama pesawat tempur tersebut telah berhasil diselesaikan meski menghadapi berbagai tantangan.

"Kami berhasil melaksanakan pengembangan bersama pesawat tempur KF-21. Kami mampu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi dan tahap pengembangan bersama kini telah selesai," ujar Yoon, dikutip Antara.

Dengan selesainya fase tersebut, Korea Selatan kini ingin membuka ruang kerja sama baru dengan Indonesia. Menurut Yoon, hubungan pertahanan kedua negara ke depan tidak hanya mencakup industri pertahanan.

"Kami sekarang bergerak menuju tujuan lain yang lebih tinggi, tidak hanya dalam kerja sama industri pertahanan, tetapi juga dialog pertahanan dan bidang lain yang sangat penting bagi kami," katanya.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh Indonesia, di antaranya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf, serta Ketua DPD RI Sultan Najamudin.

Sejumlah duta besar negara lain yang bertugas di Jakarta, termasuk dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Rusia, juga menghadiri acara tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Korea Selatan
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Gempa M5,9 guncang Sumba Barat Daya, 56 rumah dan 13 fasilitas umum rusak
HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo resmikan 204 satuan baru dan anugerahkan Bintang Mahaputera
Polda Kepri sita tiga mesin pesawat selundupan senilai Rp30 miliar
Presiden Prabowo dijadwalkan hadiri peringatan HUT ke-81 TNI di Cilangkap
361 personel Jepang dianugerahkan penghargaan usai bantu pemadaman karhutla di Kalimantan
BNPB padamkan hampir 3.800 hektare karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Polri tahan kapten KMP Virgo saat pencarian korban masih berlanjut di Laut Jawa
Arrmanatha Nasir dilantik sebagai Menlu, tegaskan lanjutkan arah diplomasi Indonesia
Presiden Prabowo siapkan tiga program bantuan kuartal IV 2026 untuk jaga daya beli masyarakat
Pemerintah siapkan penyesuaian PTKP dan perluasan insentif pajak pada 2027
Presiden Prabowo pimpin peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan resmikan museum di Lubang Buaya
Indonesia perkuat kerja sama dengan Kamboja berantas penipuan daring
Masinis KA Argo Bromo Anggrek jadi tersangka tabrakan dengan KRL yang tewaskan 16 orang
Aksi ibu-ibu relawan di Kalimantan padamkan karhutla sekaligus lawan stigma
BGN akan buka 480 dapur MBG pada Oktober, sasar wilayah 3T
Presiden Prabowo instruksikan audit keuangan Haji dan pembenahan tata kelola Haji-Umrah
Pemerintah tetapkan 5,67 juta hektare hutan untuk pangan, energi hijau dan jasa lingkungan
Korban tewas kecelakaan Virgo Transport 8 capai 66 orang
Indonesia dan China siapkan 33 kapal ikan untuk beroperasi di Laut Arafura
Hukuman Nadiem Makarim dipangkas jadi 9 tahun dalam sidang banding