BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rusia menunda pengiriman sistem pertahanan udara S-400 ke India selama 3 tahun: laporan
Jadwal yang direvisi ini mempengaruhi kesepakatan senilai $5,4 miliar yang ditandatangani pada tahun 2018, di mana India akan menerima lima unit S-400 dari Rosoboronexport, pemasok senjata milik negara Rusia.
Rusia menunda pengiriman sistem pertahanan udara S-400 ke India selama 3 tahun: laporan
Masalah ini dibahas selama pertemuan antara Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov dan Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada Kamis. / Reuters / Reuters

Pengiriman sistem pertahanan udara S-400 oleh Rusia ke India diperkirakan akan tertunda hingga tiga tahun dari jadwal semula, menurut sumber yang dikutip oleh The Times of India.

Masalah ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, dan Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, pada hari Kamis.

Sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari Jumat mengonfirmasi bahwa kedua pihak tidak hanya membahas pengiriman unit S-400 Triumf yang tertunda, tetapi juga rencana untuk memodernisasi jet tempur Su-30 milik India.

Diskusi ini berlangsung di sela-sela pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang diadakan di China.

Jadwal baru ini memengaruhi kesepakatan senilai $5,4 miliar yang ditandatangani pada tahun 2018, di mana India seharusnya menerima lima resimen S-400 dari Rosoboronexport, pemasok senjata milik negara Rusia, pada tahun 2024.

Satu resimen S-400 biasanya mencakup dua baterai dan dilengkapi dengan 128 rudal yang dirancang untuk menghadapi ancaman udara hingga jarak 380 kilometer. Sistem ini juga dilengkapi dengan unit radar dan kendaraan transportasi off-road.

Menurut laporan The Times of India, pengiriman yang tersisa kini akan berlangsung hingga tahun 2027.

Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa resimen keempat kemungkinan akan tiba tahun depan, sementara resimen kelima diperkirakan pada tahun 2027.

Sistem pertahanan udara Rusia, termasuk S-400, menghadapi tekanan setelah lebih dari tiga tahun perang dengan Ukraina yang didukung Barat.

India sebelumnya merupakan pelanggan utama produk pertahanan Rusia, termasuk jet Su-30 yang mulai dibeli sejak tahun 1996. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, New Delhi telah mengalihkan fokusnya ke produsen senjata dari Barat dan Israel.

Pada awal Mei, India dan Pakistan saling menembakkan rudal, dan jet tempur mereka terlibat dalam pertempuran udara besar-besaran. Pakistan berhasil menembak jatuh beberapa jet India, termasuk Rafale buatan Prancis.

TerkaitTRT Global - Pakistan launches retaliatory strikes on Indian military sites

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Kemenkeu lelang delapan seri sukuk negara demi penuhi target pembiayaan APBN
Wamendag: Indonesia catat ekspor F&B $6,25 miliar, tertinggi keempat di ASEAN
BPOM dan China perkuat kerja sama pengawasan obat hingga bahan baku farmasi
Pemerintah bidik pembiayaan UMKM naik Rp2.000 triliun untuk genjot produksi
Ekspor CPO Indonesia diproyeksikan turun akibat penerapan biodiesel B50
Tingkatkan keselamatan MRT Jabodetabek, PT MITJ adopsi teknologi presisi Jepang
BEI resmi luncurkan ETF emas fisik pertama untuk tingkatkan pendalaman pasar keuangan
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Kemendag dan Brasil bahas PTA Indonesia-Mercosur untuk perluas pasar ekspor
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
Indonesia dorong investasi China dan Rusia untuk proyek kereta Trans Kalimantan
Bank Dunia kucurkan penjaminan 750 juta dolar AS untuk KUR Bank Mandiri
I Squared akuisisi Cella, siapkan ekspansi gudang logistik di Indonesia
Pemerintah tunda penerapan pajak e-commerce hingga November 2026
China luncurkan dua satelit AI, Lampung-1 perkuat kerja sama antariksa dengan Indonesia
Indonesia batasi lima juta akun anak di platform digital melalui PP Tunas
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
OJK tegaskan komitmen reformasi pasar modal di hadapan investor global