DUNIA
2 menit membaca
Indonesia inisiasi pernyataan bersama PBB untuk lindungi pasukan perdamaian di Lebanon
Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mendorong Dewan Keamanan PBB untuk melanjutkan investigasi menyeluruh atas seluruh insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian.
Indonesia inisiasi pernyataan bersama PBB untuk lindungi pasukan perdamaian di Lebanon
Pernyataan bersama itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam sesi media stakeout yang digelar bersama Prancis. / Kementerian Luar Negeri RI
12 jam yang lalu

Indonesia mengambil langkah diplomatik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menginisiasi pernyataan bersama untuk memperkuat perlindungan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, menyusul meningkatnya ancaman keamanan di wilayah tersebut.

Inisiatif Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers itu diperkenalkan di Markas Besar PBB di New York pada Kamis (9/4). Hingga pukul 16.30 waktu setempat, sebanyak 73 negara dan observer PBB telah menyatakan dukungan terhadap pernyataan tersebut, termasuk negara-negara kontributor pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Pernyataan bersama itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam sesi media stakeout yang digelar bersama Prancis. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan negara, di antaranya Inggris, Rusia, China, Pakistan, Bahrain, Spanyol, dan Malaysia.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah Indonesia yang sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri, Sugiono, untuk merespons meningkatnya serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sejak akhir Maret 2026.

Dalam periode tersebut, tiga personel penjaga perdamaian Indonesia dilaporkan gugur, sementara sejumlah personel dari negara lain, termasuk Prancis, Ghana, Nepal, dan Polandia yang mengalami luka-luka.

Eskalasi agresif

Dalam pernyataan bersama, negara-negara kontributor UNIFIL menyampaikan kekhawatiran mendalam atas eskalasi situasi keamanan di Lebanon sejak 2 Maret 2026. Mereka juga mengecam berlanjutnya serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, termasuk tindakan agresif terhadap personel dan pimpinan misi.

“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” tegas Umar Hadi.

Selain itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mendorong Dewan Keamanan PBB untuk melanjutkan investigasi menyeluruh atas seluruh insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian.

Negara-negara yang terlibat dalam pernyataan tersebut juga menyerukan penghentian kekerasan, upaya de-eskalasi, serta kembalinya semua pihak ke meja perundingan guna mencapai penyelesaian damai.

Langkah kolektif ini mencerminkan dorongan internasional untuk memperkuat perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian, di tengah situasi keamanan yang terus memburuk di Lebanon.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia kecam serangan Israel ke Lebanon, desak hentikan agresi
SUMBER:TRT Indonesia