DUNIA
1 menit membaca
China desak AS untuk patuhi hukum internasional usai pernyataan Trump 'moralitas pribadinya'
Beijing mengatakan bahwa penghormatan terhadap hukum internasional adalah hal yang esensial bagi tatanan global setelah Presiden AS Trump mengatakan bahwa hanya "moralitas pribadinya" yang membatasi tindakannya.
China desak AS untuk patuhi hukum internasional usai pernyataan Trump 'moralitas pribadinya'
"Negara-negara besar perlu memimpin dalam menghormati hukum internasional dan memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional," ujar Mao. / AP
14 Januari 2026

China mendesak AS untuk menegakkan dn patuhi hukum internasional setelah Presiden Donald Trump mengatakan satu-satunya hal yang dapat menghentikannya adalah "moralitas pribadinya"

"Hukum internasional yang didasarkan pada tujuan dan prinsip Piagam PBB adalah batu penjuru tatanan internasional yang ada dan dasar penting untuk menyelesaikan sengketa internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, kepada wartawan di Beijing pada hari Rabu.

"Menegakkan hukum internasional adalah kunci untuk mempertahankan keadilan dan kesetaraan internasional serta mencegah kembalinya hukum rimba," jawab Mao menanggapi pertanyaan tentang komentar Trump.

"Negara-negara besar perlu menunjukkan contoh dalam menghormati hukum internasional dan memenuhi kewajiban mereka menurut hukum internasional," tambah Mao.

Mengenai apakah ada batasan pada kekuasaan globalnya, Trump mengatakan kepada The New York Times dalam sebuah wawancara pekan lalu pada hari Rabu: "Ya, ada satu hal. Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itulah satu-satunya hal yang bisa menghentikan saya."

"Saya tidak membutuhkan hukum internasional," kata Trump, menambahkan: "Saya tidak ingin menyakiti orang."

Ketika didesak apakah pemerintahannya diwajibkan mematuhi hukum internasional, Trump berkata, "Saya melakukannya," tetapi menambahkan: "Itu tergantung pada definisi Anda tentang apa itu hukum internasional."

TerkaitTRT Indonesia - China sebut tak bisa terima negara bertindak sebagai “hakim dunia” usai penculikan Maduro oleh AS
SUMBER:AA
Jelajahi
Prabowo tiba di Washington, siap bahas perdagangan dan hadiri KTT BoP Gaza
Durasi waktu puasa yang dijalani umat Muslim selama bulan Ramadan
Bagaimana senjata Israel 'menghancurkan' Palestina dan mengapa itu merupakan kejahatan perang
Konsorsium Irak-UEA berencana membangun jaringan kabel data cepat senilai $700 juta
Konsesi lahan menjadi fokus dalam pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina di Jenewa
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Australia menolak pulangkan warga negaranya dari Suriah terkait dugaan hubungan dengan Daesh
Iran menyerukan agar AS bernegosiasi secara independen dari pengaruh Israel
Jepang mulai kembali uji coba operasi di pembangkit nuklir terbesar di dunia
Indonesia terima dua jet T-50i dari Korea Selatan perkuat armada TNI AU
8.000 prajurit disiapkan, Indonesia targetkan kesiapan misi Gaza pada Juni 2026
Prabowo bertolak ke Washington DC, temui Donald Trump bahas kerja sama strategis
Kasus perdata bersejarah menuntut ganti rugi dari militer Myanmar atas genosida Rohingya
Iran menunjukkan kesiapan untuk berkompromi dalam pembicaraan nuklir jika AS cabut sanksi
Jepang mengecam China atas tuduhan kebangkitan militerisme
Ledakan kembang api mematikan guncang China jelang Tahun Baru Imlek
Teheran bentuk komisi pencari fakta setelah ribuan orang tewas dalam aksi protes
Para pemimpin global berkumpul di Munich saat 'politik buldoser' menimbulkan kekhawatiran
Dari pengasingan ke kekuasaan: Tarique Rahman bersiap memimpin Bangladesh sebagai PM
AS kirim kapal induk lainnya ke Timur Tengah di tengah pembicaraan nuklir Iran