Presiden Prabowo bahas teknologi aviasi global dengan Embraer dan Garuda Indonesia

Pertemuan ini memperlihatkan langkah strategis pemerintah Indonesia dalam memperkuat posisi nasional di rantai industri aviasi global, seiring upaya modernisasi transportasi udara, peningkatan konektivitas, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

By
Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia, melalui maskapai nasionalnya, harus mampu menyesuaikan dengan kemajuan teknologi dunia. / Arsip Reuters

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan pimpinan industri penerbangan Brasil, Embraer, serta jajaran manajemen maskapai nasional Garuda Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin. Pertemuan tersebut difokuskan pada dinamika terbaru industri aviasi global dan kesiapan Indonesia dalam merespons kemajuan teknologi pesawat.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden yang dirilis Selasa, diskusi menyoroti perkembangan ekosistem penerbangan nasional serta peluang pemanfaatan teknologi mutakhir, khususnya dalam pengembangan pesawat. Presiden menegaskan pentingnya peran aktif Indonesia dalam mengikuti laju inovasi global melalui maskapai nasionalnya.

“Selama pertemuan, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia, melalui maskapai nasionalnya, harus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dunia,” demikian pernyataan Sekretariat Presiden.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh CEO Embraer Commercial Aviation Arjan Meijer, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pimpinan Garuda Indonesia, serta perwakilan PT Pindad. Agenda ini berlangsung setelah Presiden Prabowo memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, Jawa Barat.

Transformasi teknologi penerbangan

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, menggambarkan dialog dengan Presiden berlangsung dalam suasana terbuka namun bernilai strategis, dengan penekanan pada transformasi teknologi penerbangan.

Embraer sendiri dikenal sebagai produsen pesawat terbesar ketiga di dunia, dengan portofolio pesawat sipil dan militer. Indonesia memiliki sejarah kerja sama panjang dengan perusahaan tersebut, terutama melalui TNI Angkatan Udara yang mengoperasikan pesawat EMB-314 Super Tucano.

Puluhan pesawat turboprop tersebut hingga kini masih aktif digunakan oleh Skadron Udara 21 di Pangkalan TNI AU Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, termasuk untuk misi latihan dan operasional lainnya.

Pertemuan ini memperlihatkan langkah strategis pemerintah Indonesia dalam memperkuat posisi nasional di rantai industri aviasi global, seiring upaya modernisasi transportasi udara, peningkatan konektivitas, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.