Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan bahwa bank sentral akan tetap independen dan kredibel meski memperkuat kerja sama lintas lembaga negara demi menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan Destry saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (26/8).
Jika disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Kamis mendatang, Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI ini akan mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia.
"Kita menghadapi situasi yang sangat kompleks di mana tidak ada satu institusi pun yang bisa menyelesaikan masalah sendirian," ujar Destry di hadapan anggota dewan, sebagaimana dilaporkan Reuters.
"Sinergi yang kuat sangat dibutuhkan, tetapi hal ini tidak akan mengurangi kredibilitas dan independensi Bank Indonesia," lanjutnya.
Jaga Stabilitas dan Awasi Devisa
Destry, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019, dicalonkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi kekosongan jabatan setelah mundurnya Perry Warjiyo pada pertengahan masa jabatan keduanya bulan lalu.
Dalam paparannya, perempuan lulusan Universitas Cornell berusia 62 tahun ini menyatakan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, tanpa mengorbankan stabilitas sistem keuangan.
BI ke depan juga akan memperketat pemantauan lalu lintas devisa hasil ekspor.
Langkah ini dilakukan melalui koordinasi erat bersama lembaga pengawas komoditas ekspor baru, Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), guna mencegah praktik manipulasi faktur (under-invoicing).
Tantangan Pasar dan Rupiah
Pencalonan Destry berlangsung di tengah dinamika pasar keuangan domestik yang menantang.
Arus keluar modal asing tercatat menekan nilai tukar rupiah hingga melemah sekitar 6 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan, sementara indeks harga saham gabungan terkoreksi lebih dari 25 persen.
Pengumuman Destry sebagai calon tunggal sebelumnya sempat memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah.
Para ekonom menilai arah kebijakan Destry akan menjamin kesinambungan moneter yang stabil, sekaligus menjaga ritme kerja sama yang solid dengan pemerintah.
















