Indonesia terima dua jet T-50i dari Korea Selatan perkuat armada TNI AU
Penguatan pertahanan melalui Rafale bersama tambahan T-50i diperkirakan akan meningkatkan secara signifikan kemampuan TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Indonesia terus mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan dengan menerima tambahan dua pesawat latih tempur T-50i buatan Korea Selatan. Kedatangan ini setelah penerimaan tiga jet tempur Rafale dari Prancis pada Januari lalu sebagai bagian dari penguatan armada udara nasional.
Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan kepada Antara, bahwa dua T-50i tersebut dikirim melalui kargo udara dari Korea Selatan dan saat ini tengah menjalani proses perakitan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Pesawat ini merupakan bagian dari kontrak pengadaan enam unit T-50i advanced jet trainer untuk meningkatkan kemampuan pelatihan pilot serta mendukung peran tempur ringan TNI AU.
“Kami menegaskan bahwa seluruh logistik dan pemindahan alat utama sistem persenjataan dilakukan melalui mekanisme resmi dan aman sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Sirait.
Ia memastikan metode distribusi tersebut memenuhi standar teknis dan tidak berdampak terhadap kualitas maupun kinerja operasional pesawat. Menurutnya, kehadiran dua unit T-50i terbaru akan semakin memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia.
Pesawat T-50i akan difungsikan sebagai lead-in fighter trainer, platform pelatihan lanjutan sebelum pilot mengoperasikan jet tempur utama. Indonesia sebelumnya telah mengoperasikan varian awal T-50i melalui Skadron Udara 15 yang berbasis di Lanud Iswahjudi.
Pertahanan nasional
Pada Januari 2026, Indonesia juga menerima tiga jet tempur Dassault Rafale dari Prancis, yang merupakan pengiriman tahap pertama dari total 42 unit yang dipesan dari Dassault Aviation. TNI AU disebut telah mampu mengoperasikan tiga Rafale tersebut, meski jadwal pengiriman tahap berikutnya belum diumumkan.
Penguatan pertahanan melalui Rafale bersama tambahan T-50i diperkirakan akan meningkatkan secara signifikan kemampuan TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Pemerintah juga memperkuat matra laut dan darat. Untuk armada laut, Indonesia telah membeli sejumlah kapal perang baru dan menyatakan minat mengakuisisi kapal induk buatan Italia, Giuseppe Garibaldi.
Langkah modernisasi lintas matra ini menegaskan upaya Indonesia meningkatkan kesiapan pertahanan nasional di tengah dinamika keamanan kawasan.