IKLIM
2 menit membaca
Puluhan hektare lahan gambut di Sumsel terbakar, tim gabungan berjibaku padamkan api
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera melaporkan karhutla melanda puluhan hektare lahan di Sumatera Selatan. Lahan gambut dan angin kencang memperulit pemadaman.
Puluhan hektare lahan gambut di Sumsel terbakar, tim gabungan berjibaku padamkan api
Pemandangan dari drone menunjukkan kebakaran hutan di Kabupaten Ogan Ilir.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Sumatera Selatan. Puluhan hektare lahan, khususnya kawasan gambut, hangus terbakar di sejumlah kabupaten. Petugas gabungan hingga kini masih berjibaku memadamkan api yang berpotensi terus meluas akibat cuaca panas dan angin kencang.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa sebaran titik api terdeteksi di beberapa wilayah kerja Manggala Agni. Daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Banyuasin, hingga Ogan Ilir.

Di wilayah OKI, kebakaran melanda beberapa titik. Kebakaran di Tanjung Lubuk yang membumihanguskan sekitar 10 hektare lahan serta area 4 hektare di Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, telah berhasil dipadamkan. Namun, penanganan belum selesai di lokasi lain.

"Di Lebak Pancur, Kedaton, Kayuagung, lahan terbakar mencapai sekitar 8 hektare dan tim masih membutuhkan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar terkendali," ujar Ferdian pada Selasa (4/8).

Kondisi serupa terjadi di Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, dengan luasan terdampak sekitar 6 hektare. Ferdian menjelaskan bahwa mayoritas titik kebakaran di OKI berada di kawasan lahan gambut dengan vegetasi kering yang amat melimpah.

Penanganan karhutla di lapangan menghadapi kendala berat. Selain karakteristik tanah gambut yang menyimpan api di bawah permukaan, akses menuju lokasi kejadian tergolong terbatas, ketersediaan sumber air mulai menipis, dan hembusan angin kencang mempercepat penyebaran kobaran api.

Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel Manggala Agni bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Regu Pemadaman Kebakaran (RPK) perusahaan, TNI, Polri, serta didukung operasi bom air (water bombing).

Selain di OKI, karhutla juga terdeteksi di wilayah lain:

  • Kabupaten Muara Enim: Kebakaran seluas 2,5 hektare terjadi di Suka Jaya, Gelumbang, dan masih membutuhkan proses pemadaman lanjutan.

  • Kabupaten Banyuasin: Tim gabungan memberikan bantuan pemadaman di Rantau Bayur yang masih memerlukan penanganan ekstra, sementara total luasan terdampak masih dihitung.

  • Kabupaten Ogan Ilir: Di Sungai Rambutan, Indralaya Utara, api sempat kembali menyala dan membakar 1,5 hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

"Manggala Agni bersama unsur gabungan terus melakukan pemantauan dan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali muncul. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar serta cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla di Sumsel," kata Ferdian.

Bencana karhutla di Sumatera Selatan merupakan ancaman tahunan yang tidak hanya merusak ekosistem gambut, tetapi juga berpotensi memicu krisis kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta melumpuhkan jalur transportasi udara dan darat di wilayah Sumatra hingga negara tetangga.

TerkaitKarhutla lahan gambut di Kalimantan Tengah meluas akibat kemarau panjang - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi