Listrik kembali menyala di Berlin setelah pemadaman terlama sejak Perang Dunia II
Kebakaran di tepi kanal merusak saluran kabel, menyebabkan listrik padam di sekitar 45.000 rumah dan lebih dari 2.000 bisnis di barat daya Berlin saat suhu nyaris beku.
Listrik telah dipulihkan di barat daya Berlin setelah dugaan serangan pembakaran pada sebuah pembangkit listrik oleh ekstremis sayap kiri menyebabkan pemadaman bagi puluhan ribu rumah tangga, pemadaman terpanjang di ibu kota Jerman sejak Perang Dunia Kedua.
“Hari ini adalah hari yang baik bagi banyak orang yang terdampak, yang telah terputus dari listrik dan pemanas sejak 3 Januari,” kata Wali Kota Berlin, Kai Wegner, pada Rabu.
Operasi pemulihan listrik, yang dimulai pukul 11.00 waktu setempat (10.00 GMT), berlangsung kompleks dan bertahap, ujarnya.
Kebakaran yang terjadi Sabtu pagi merusak saluran kabel di atas kanal, memutus listrik sekitar 45.000 rumah dan lebih dari 2.000 bisnis di distrik barat daya kota, pada saat suhu nyaris beku.
Risiko meningkat dari ekstremis sayap kiri
Kelompok aktivis sayap kiri Volcano, yang pada 2024 mengaku menyerang tiang listrik dekat pabrik Tesla di luar Berlin, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
Tentara Jerman dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak pemadaman, yang juga memengaruhi sambungan ponsel, pemanas, dan kereta.
Dampak panjang dari insiden ini mendorong beberapa politisi untuk menuntut lebih banyak investasi guna melindungi infrastruktur ibu kota, terutama setelah badan intelijen domestik memperingatkan risiko yang meningkat dari ekstremis sayap kiri.