DUNIA
2 menit membaca
China tambah anggaran pertahanan di tengah persaingan dengan AS dan ketegangan dengan Taiwan
China akan menambah Anggaran militer menjadi $245,7 miliar pada tahun 2025 untuk memperkuat kemampuan pertahanannya, memperdalam persaingan strategis dengan AS, dan menegaskan sikapnya terhadap Taiwan sesuai "peraturan dan keadilan internasional".
00:00
China tambah anggaran pertahanan di tengah persaingan dengan AS dan ketegangan dengan Taiwan
Beijing terus memodernisasi bidang pertahanan di tengah persaingan dengan AS. / Archivo AFP

Anggaran pengeluaran untuk bidang pertahanan China akan meningkat sebesar 7,2 persen pada tahun 2025, sama seperti tahun lalu, menurut dokumen resmi yang dilihat oleh AFP pada hari Rabu.

Kenaikan ini terjadi karena  modernisasi yang rapid pada angkatan bersenjata Beijing dan persaingan strategis yang semakin mendalam dengan Amerika Serikat. China merupakan negara yang memiliki anggaran militer terbesar kedua di dunia, tetapi anggaran ini masih jauh tertinggal di belakang Amerika Serikat, yang merupakan saingan strategis utamanya.

Beijing akan menghabiskan 1,78 triliun yuan (setara $245,7 miliar) dibidang pertahanan tahun ini — masih kurang dari sepertiga anggaran milik  Washington, menurut sebuah laporan pemerintah. Anggaran militer China telah meningkat selama beberapa dekade seiring dengan meningkatnya perkembangan ekonomi negara tersebut.

Kenaikan anggaran pertahanan baru ini mencerminkan meningkatnya kehadiran regional China dan kebijakan penyatuannya dengan Taiwan.

Unifikasi dengan Taiwan

Beijing menyatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya akan "dengan tegas mendorong" upaya penyatuan dengan Taiwan. Menurut laporan kerja pemerintah yang diajukan ke badan legislatif nasional yang akan dibahas, negara tersebut akan meningkatkan institusi dan kebijakan untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama ekonomi serta budaya di seluruh Selat Taiwan dan mendorong pengembangan yang lebih terintegrasi dengan Taiwan untuk meningkatkan "kesejahteraan rakyat China di kedua sisi."

China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taipei bersikeras pada kemerdekaannya. China juga menentang "unilateralisme dan proteksionisme dalam segala bentuk dan akan menjunjung tinggi peraturan dan keadilan internasional," tambah laporan kerja tersebut.

"Negara kita akan tetap berkomitmen pada kebijakan luar negeri independen yang damai, sesuai pada jalur pembangunan yang damai," kata laporan itu.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Indonesia terima 450 ribu barel minyak mentah, kali ini pasokan datang dari Aljazair
Ekonomi perang: Siapa yang diuntungkan saat dunia dilanda konflik?
Haaland cetak brace, Norwegia tekuk Senegal 3-2 dan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia
Prancis bungkam Irak dan segel tiket babak 32 besar Piala Dunia
AS meluncurkan 'mekanisme pemantauan' untuk mengawasi gencatan senjata di Lebanon
Ledakan mematikan di pabrik gas Qatar menewaskan 13 orang, ekspor tetap stabil: menteri
Messi pecahkan rekor gol Piala Dunia dengan 18 gol, setelah Argentina kalahkan Austria 2-0
China batasi ekspor 10 entitas AS sebagai tanggapan atas daftar hitam Pentagon
Keir Starmer mundur sebagai Perdana Menteri Inggris akibat tekanan domestik
Apa saja yang diputuskan dalam pembicaraan Iran-AS di Swiss? berikut detailnya
Menhan Israel mengatakan pasukan tidak akan meninggalkan Lebanon selatan
Dapatkah Selat Hormuz kembali beroperasi seperti biasa setelah kesepakatan AS-Iran?
Israel membunuh 7 orang di Lebanon, melanggar gencatan senjata
Ledakan besar di pabrik industri Qatar menyebabkan puluhan terluka dan hilang
AS dan Iran menyelesaikan pembicaraan tingkat tinggi di Swiss — para mediator
PM Belanda meminta maaf kepada komunitas Maluku atas penyalahgunaan kolonial era Indonesia
Putin soroti peran ASEAN sebagai fondasi stabilitas Asia-Pasifik di KTT Kazan
Menkeu: Kepercayaan China terhadap Indonesia tetap kuat di tengah tantangan investasi
Rencana pembicaraan antara AS-Iran di Swiss tertunda, Kemlu Swiss mengonfirmasi
'Cepat atau lambat': Menteri Israel mengancam perang dengan Suriah, menargetkan Türkiye juga