Bocah 9 tahun tewas tenggelam di Embung Sejuk Cipayung
Seorang bocah berusia sembilan tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di kawasan Embung Sejuk Cipayung, Jakarta Timur, Minggu sore.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu sore ketika korban berinisial MIR (9) bermain bersama sejumlah temannya di sekitar waduk. Anak tersebut dilaporkan tidak dapat berenang dan diduga tenggelam saat aktivitas bermain di tepi embung.
Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Edy Handoko, mengatakan korban baru disadari hilang setelah teman-temannya naik ke daratan dan tidak lagi melihatnya di sekitar waduk. Mereka kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.
“Korban ini ternyata enggak bisa berenang. Saat teman-temannya naik ke daratan, mereka mencari korban dan akhirnya minta tolong warga,” kata Edy, dikutip dari Antara.
Warga sekitar yang menerima laporan segera berdatangan dan membantu proses pencarian. Setelah beberapa jam upaya evakuasi dilakukan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Polisi memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal, peristiwa itu murni kecelakaan saat anak-anak bermain di area perairan.
“Tidak ada dorongan. Anak-anak biasa main dan berenang di sana. Korban ini tidak bisa berenang, lalu tenggelam,” ujar Edy.
Setelah ditemukan, korban sempat dibawa keluarga ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawanya tidak tertolong meski telah mendapat penanganan dokter. Keluarga korban juga disebut telah membuat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun.
Salah satu warga setempat menuturkan sebelum kejadian korban dan teman-temannya sempat mengajak seorang anak lain bermain sekitar pukul 14.00 WIB. Namun ajakan itu tidak diikuti karena anak tersebut masih tertidur, sehingga rombongan anak-anak tetap pergi ke waduk.
Warga meminta pemerintah setempat meningkatkan pengawasan di sekitar embung yang kerap menjadi lokasi bermain anak-anak. Mereka juga mengusulkan pemasangan papan peringatan agar anak-anak tidak berenang di area berisiko.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di area perairan terbuka, terutama di wilayah padat penduduk seperti Jakarta.