Hujan deras disertai badai petir dan curah hujan ekstrem kembali melanda Pakistan, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 80 lainnya, menurut laporan pejabat setempat dan media lokal.
Korban jiwa dilaporkan pada Selasa dari wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan serta provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP) di barat laut negara itu.
Sedikitnya tiga orang, termasuk dua perempuan, tewas dalam dua insiden curah hujan ekstrem di berbagai bagian Kashmir yang dikelola Pakistan, juga dikenal sebagai Azad Jammu dan Kashmir (AJK), menurut siaran Dunya News.
Sekitar 16 orang terluka akibat insiden terkait hujan di distrik Kotli, AJK.
Hujan deras menghancurkan puluhan rumah, termasuk sebuah masjid, di Muzaffarabad — ibu kota Azad Kashmir — dan di Kotli.
Seorang anak perempuan dilaporkan tewas dan 58 orang lainnya terluka akibat hujan dan badai petir di distrik Swabi, KP, menurut juru bicara Bacha Khan Medical Complex.
Korban tewas lainnya terjadi di distrik Shangla, KP, ketika sambaran petir mengenai sebuah rumah.

Angin kencang
Sejumlah orang juga mengalami luka di Peshawar, ibu kota provinsi KP.
Angin kencang merobohkan tiang listrik dan pepohonan, menyebabkan pemadaman listrik, serta meruntuhkan atap dan dinding rumah di berbagai wilayah KP dan Azad Kashmir.
Ibu kota Pakistan, Islamabad, juga diterjang angin kencang disertai hujan, yang mengakibatkan pohon tumbang dan papan reklame roboh.
Ini merupakan gelombang hujan besar kedua yang melanda kawasan tersebut dalam waktu kurang dari satu minggu.
Pekan lalu, sedikitnya 19 orang tewas dan lebih dari 90 lainnya terluka dalam kecelakaan akibat cuaca buruk di Punjab dan KP.

















